Gempa bumi tektonik dengan magnitudo awal 6,2 mengguncang wilayah Laut Banda pada Jumat (11/9) malam pukul 18.56.24 WIB. Guncangan gempa tersebut dirasakan hingga Kota Kupang serta berbagai wilayah di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.
Di Kota Kupang, getaran gempa dirasakan pada skala intensitas III MMI. Guncangan serupa juga dilaporkan meluas ke sejumlah area lain di Pulau Timor, meliputi Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengonfirmasi bahwa hasil analisis pemutakhiran menunjukkan gempa memiliki kekuatan M6,0 dengan kedalaman 148 kilometer. Pusat gempa terletak pada koordinat 7,58 derajat Lintang Selatan dan 129,14 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 162 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.
Komdigi Deteksi Sinyal Terakhir Jurnalis Hilang Kontak di Pulau Sebesi

Ditinjau dari kedalaman dan lokasinya, peristiwa tektonik ini merupakan jenis gempa bumi menengah yang dipicu oleh aktivitas subduksi di Laut Banda. Analisis mekanisme sumber mengindikasikan pergerakan sesar naik (thrust fault). Hasil pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah Maluku. Intensitas IV MMI terpantau di Amahai (Maluku Tengah) serta kawasan Damer dan Pulau-Pulau Babar (Maluku Barat Daya). Sementara itu, getaran skala III MMI tercatat di Kota Saumlaki dan Kota Tiakur.
Gadaikan 21 Mobil Rental, Wanita di Sulsel Ditangkap Saat Pesta Ultah

Hingga pukul 19.15 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).






