Pancaran sinyal telepon seluler dari rombongan kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda berhasil terdeteksi di kawasan Pulau Sebesi. Temuan data telekomunikasi ini dihimpun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan telah diserahkan kepada Tim SAR Gabungan guna memandu fokus operasi pencarian di lapangan.
Pelacakan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama tiga operator seluler untuk memantau Base Transceiver Station (BTS) di seputaran Selat Sunda, mencakup wilayah pesisir Banten hingga Lampung. Pemantauan frekuensi juga didukung oleh Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio guna menangkap sisa transmisi sinyal di area prioritas.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengonfirmasi bahwa Pulau Sebesi menjadi titik kontak terakhir yang terekam dalam sistem. Data teknis tersebut kini diposisikan sebagai informasi krusial untuk mempersempit koordinat penyisiran, sembari ia mengimbau publik agar tetap merujuk pada perkembangan resmi yang dirilis oleh tim SAR.
Rajut Doa dan Asa untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Perluasan Operasi SAR di Hari Kelima
Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas radius penyisiran guna melacak keberadaan delapan orang yang berada di dalam kapal cepat tersebut. Sebanyak 14 unit kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik berdasarkan pengolahan data teknis SAR.
Upaya pencarian melalui jalur udara sempat menghadapi kendala cuaca. Helikopter yang diturunkan untuk memantau dari udara berhadapan dengan kabut tebal yang membatasi jarak pandang hingga sekitar 1,5 kilometer.
Demi Persija vs Persib, The Jakmania Rela Datang dari Luar Jakarta

Rombongan Liputan Gunung Anak Krakatau
Insiden hilang kontak bermula saat rombongan bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Pelayaran tersebut ditujukan untuk meliput perkembangan aktivitas vulkanik di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kapal tersebut membawa delapan orang penumpang yang terdiri dari lima pewarta foto dan tiga kru kapal. Lima jurnalis yang berada di dalam manifes pelayaran mencakup Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu). Tiga orang lainnya yang berada di kapal merupakan nakhoda, seorang anak buah kapal (ABK), dan pemandu.






