Menteri Kebudayaan Fadli Zon menemui Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, Fadli hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan (Dewan GTK) guna menyampaikan laporan terkait berbagai usulan tanda jasa dan tanda kehormatan yang telah dihimpun.
Fadli mengungkapkan bahwa masukan nama-nama calon penerima penghargaan tersebut berasal dari kementerian, lembaga pemerintah, hingga aspirasi masyarakat. Dari berbagai usulan yang masuk, jumlah tokoh yang diajukan terbilang cukup banyak hingga melampaui seratus orang.
Tokoh-tokoh yang diusulkan untuk menerima tanda jasa dan tanda kehormatan itu datang dari latar belakang yang sangat beragam. Di antaranya mencakup tokoh masyarakat, tokoh seniman dan budayawan, hingga perwakilan dari sektor medis serta berbagai bidang lainnya. Semua daftar usulan tersebut dilaporkan kepada Presiden Prabowo untuk selanjutnya dipertimbangkan dan ditimbang kembali.
Modus Jaringan Narkoba Sembunyikan 800 Kg Ketamin di Buritan Kapal Fuchangxing 1

Alur Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional
Selain membahas usulan tanda jasa dan kehormatan, Fadli turut memaparkan mekanisme penelitian serta pengkajian untuk penganugerahan gelar Pahlawan Nasional. Proses pengusulan gelar pahlawan berjalan secara berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat melalui tim peneliti khusus.
Tahap awal kajian dilakukan di tingkat daerah oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) pada lingkup kabupaten atau kota serta provinsi. Setelah proses riset dan verifikasi di tingkat daerah rampung, usulan tersebut ditindaklanjuti oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial.
Dari Kawasan Transmigrasi, TEP ITS Hadirkan Inovasi Layanan Administrasi Kependudukan

Setelah melewati penyaringan dan penelitian di Kementerian Sosial, berkas para calon pahlawan nasional diserahkan kepada Dewan GTK untuk dikaji ulang secara mendalam. Hasil kajian Dewan GTK inilah yang kemudian diserahkan langsung kepada Presiden untuk penetapan akhir. Fadli menyebutkan bahwa pengumuman penerima gelar Pahlawan Nasional pada umumnya dilangsungkan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menanggapi pertanyaan seputar kemungkinan usulan gelar pahlawan bagi keluarga Presiden Prabowo, yakni sang ayah, Soemitro Djojohadikoesoemo, serta sang kakek, Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo. Fadli menyampaikan bahwa sejauh yang ia ketahui, nama kedua tokoh tersebut belum masuk ke dalam daftar usulan yang diterima oleh Dewan GTK.






