Kawasan Transmigrasi Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan mendapatkan kemudahan baru dalam pengurusan administrasi sipil. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan inovasi digital yang memungkinkan warga setempat memulai proses pengajuan dokumen kependudukan cukup melalui telepon seluler.
Inovasi layanan digital ini dirancang untuk mempermudah masyarakat mengurus dokumen penting, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran. Sistem tersebut dikembangkan untuk mendukung kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Manokwari Selatan dalam memperluas jangkauan layanan kepada warga yang berdomisili jauh dari pusat pemerintahan.
Dengan adanya sistem digital ini, masyarakat dapat menyampaikan permohonan administrasi kependudukan lebih awal tanpa harus mendatangi kantor Disdukcapil terlebih dahulu. Langkah awal secara daring ini memangkas kendala jarak dan waktu bagi warga di kawasan transmigrasi.
Fadli Zon Laporkan Lebih dari 100 Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Kehormatan ke Prabowo

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITS Yogantara Setya Dharmawan menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir langsung dari kebutuhan nyata masyarakat di Kawasan Transmigrasi Ransiki. Proyek ini merupakan bagian dari bakti tim dalam riset bertema "Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Transmigrasi Ransiki".
Yogantara menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan ini tidak ditujukan untuk menggantikan peran petugas layanan di lapangan. Sistem digital tersebut justru dirancang guna memperkuat efektivitas pola jemput bola yang dilakukan oleh aparatur kependudukan dalam melayani masyarakat secara langsung.
Modus Jaringan Narkoba Sembunyikan 800 Kg Ketamin di Buritan Kapal Fuchangxing 1

Langkah inovatif ini turut diapresiasi oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (Mentrans RI) M Iftitah Sulaiman Suryanagara. Ia menyatakan bahwa kehadiran TEP ITS berhasil membawa ilmu pengetahuan serta inovasi langsung ke tengah-tengah kehidupan masyarakat transmigrasi.
Iftitah menambahkan bahwa transformasi kawasan transmigrasi saat ini tidak semata-mata berfokus pada pembangunan fisik kawasan. Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi, dan penerapan inovasi menjadi pilar utama dalam pembangunan wilayah transmigrasi.






