Kementerian Perhubungan mengambil langkah untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan operator kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada hari Minggu (2/8). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara langsung mengungkapkan bahwa perusahaan pemilik kapal penumpang tersebut tercatat sudah dua kali mengalami kejadian kecelakaan. Evaluasi terhadap perusahaan operator kapal ini menjadi perhatian serius bagi otoritas transportasi guna memastikan standar keselamatan pelayaran terpenuhi.
Dalam prosesnya, Kementerian Perhubungan akan menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi ini sangat penting untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut sebelum pemerintah mengambil langkah evaluasi lebih lanjut terhadap perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Dudy Purwagandhi saat dirinya meninjau langsung kondisi para korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada hari Senin (3/8) dini hari.
Peristiwa kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 terjadi saat kapal tersebut sedang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makasar. Kapal penumpang tersebut diketahui membawa sekitar 250 orang di dalamnya ketika insiden terjadi. Nakhoda kapal sempat memberikan laporan bahwa kebakaran mulai terjadi di ujung utara Madura pada rentang waktu antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Namun, setelah laporan tersebut disampaikan, komunikasi dengan nakhoda terputus sepenuhnya dan pihak kapal tidak dapat dihubungi kembali oleh petugas di darat.
Fahd dan Fadia A Rafiq, Kakak Beradik yang Tersandung Kasus di KPK

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa informasi awal terkait insiden kebakaran kapal tersebut diterima oleh petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak tepat pada pukul 08.24 WIB. Tidak lama setelah itu, selang satu menit kemudian, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut memberikan konfirmasi kepada petugas siaga mengenai musibah yang menimpa kapal mereka.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim SAR segera melakukan serangkaian koordinasi intensif. Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak guna memastikan posisi terakhir dari kapal yang terbakar. Koordinasi ini kemudian berlanjut pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget. Berdasarkan hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB, dipastikan bahwa posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada pada jarak 19 mil laut di sebelah utara Pulau Buruan, Sapudi. Kapal Meratus Project 3 juga melaporkan bahwa kondisi kapal hampir terbakar habis, sementara para penumpang kapal terlihat berkumpul di area anjungan dan haluan untuk menyelamatkan diri.
Mengenai kondisi fisik kapal setelah api padam, Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa KM Mutiara Sentosa 2 tidak tenggelam dan masih dalam keadaan terapung di perairan. Fisik kapal dikonfirmasi tidak tenggelam dan api utama sudah berhasil dipadamkan, meskipun kemungkinan masih ada kepulan asap di bagian dalam lambung kapal. Dudy juga menegaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi korban akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh data penumpang berhasil dicocokkan dengan manifes resmi milik perusahaan.
Polisi Cocokkan DNA Jasad Pria di Pulau Enggano dengan Jurnalis Hilang

Hingga hari Minggu malam pukul 21.00 WIB, proses evakuasi mencatat bahwa total 236 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 telah berhasil diselamatkan dan dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari rincian jumlah tersebut, sebanyak 231 orang dinyatakan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang lainnya meninggal dunia akibat insiden kebakaran ini.
Insiden ini bukanlah kecelakaan pertama yang dialami oleh armada milik perusahaan tersebut. Pada tanggal 19 Mei 2017 yang lalu, KM Mutiara Sentosa 1 yang juga berstatus sebagai kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran pernah mengalami musibah kebakaran serupa. Kejadian pada tahun 2017 itu berlokasi di perairan Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dalam peristiwa kebakaran KM Mutiara Sentosa 1 tersebut, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 197 penumpang dan awak kapal, sementara lima orang tercatat meninggal dunia.






