Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) terus memantapkan perannya sebagai pusat kolaborasi seni dan budaya sekaligus ruang hidup bagi para pelaku seni. Penguatan ekosistem seni di kawasan ini didukung secara langsung oleh kehadiran fasilitas Paviliun Raden Saleh (PRS).
Paviliun Raden Saleh dirancang secara khusus guna menunjang berbagai kebutuhan para seniman yang berkegiatan di TIM, termasuk seniman yang datang dari luar Jakarta maupun mancanegara. Keberadaan fasilitas ini melengkapi fungsi TIM yang tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, melainkan juga tempat tinggal sementara dan ruang temu kreatif lintas disiplin.
Head of SBU TIM PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Anya Aprilia, menjelaskan bahwa pembangunan PRS berlandaskan pada pemahaman mendalam atas karakter TIM sebagai titik temu komunitas dan pelaku seni. Seniman TIM sekaligus panitia pameran, Seno Joko Suyono, turut menilai kawasan TIM saat ini telah berkembang menjadi ruang perjumpaan seni bertaraf internasional.
Bareskrim Geledah Toko Emas di Cikini, Diduga Jaringan China

Ruang Pameran dan Kolaborasi Lintas Daerah
Fasilitas di Paviliun Raden Saleh langsung dioptimalkan untuk berbagai agenda kesenian. Salah satunya adalah Pameran Seni Rupa bertajuk "100 Tahun Ali Sadikin: Memoria dan Utopia Jakarta" yang dikuratori oleh Syakieb Sungkar.
Pameran tersebut melibatkan 35 seniman lintas daerah dari Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta. Agenda seni rupa ini dijadwalkan berlangsung di Selasar Nashar, Paviliun Raden Saleh, TIM, mulai 20 November hingga 10 Desember 2026.
Fadli Zon Upayakan Revitalisasi Rumah Adat Sade yang Terbakar

Pemanfaatan ruang di TIM untuk kolaborasi seni juga tercermin dalam beragam agenda sepanjang 2026. Kawasan ini sebelumnya menjadi lokasi pameran lukisan "Art for Peace and a Better Future: Collaboration" pada 18–30 Agustus 2026. Selain seni rupa, pertunjukan seni panggung seperti musikal "Jersey Boys" hasil kolaborasi Nawanika Production dan Jakarta Art House turut digelar di TIM pada 27–28 Juni 2026.






