Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/8).
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi oleh putranya yang menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, M. Prananda Prabowo, serta Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.
Dubes Salem memaparkan sejarah panjang hubungan masyarakat kedua negara. Arus migrasi warga Yaman ke Nusantara tercatat telah berlangsung sejak abad ke-13 dan mencapai puncaknya pada sekitar abad ke-18. Para perantau tersebut menetap, menjadi warga negara Indonesia, hingga turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari masa penjajahan Belanda dan Jepang.
PDIP Laporkan Hoaks Kader Ellen Taroreh Terkait Ojol Melva saat Demo

Hubungan historis itu melahirkan banyak tokoh penting keturunan Yaman di Indonesia. Dubes Salem menyebut beberapa nama yang pernah mengemban amanah di pemerintahan, seperti mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan Alwi Shihab, serta mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.
Berdasarkan data yang disampaikan Dubes Yaman, saat ini terdapat lebih dari 10 juta warga negara Indonesia yang memiliki garis keturunan Yaman. Di sisi lain, tercatat lebih dari 8.000 pelajar Indonesia yang kini tengah menempuh pendidikan di Yaman.
Kedekatan kultural kedua bangsa juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan sejumlah kosakata bahasa Indonesia di Provinsi Hadhramaut hingga keterikatan dalam tradisi kuliner.
Baleg DPR Setujui RUU Reforma Agraria, Bakal Atur Badan di Bawah Presiden

Guna memperkuat kerja sama bilateral dan memperlancar jalur komunikasi kedua negara, Dubes Salem menyampaikan aspirasi terkait rencana pendirian Konsulat Republik Indonesia di Kota Aden. Menanggapi harapan tersebut, Megawati menyatakan akan meneruskan aspirasi pendirian kantor perwakilan itu kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan yang bertugas di Komisi I DPR RI.
Selain membahas relasi sejarah dan perwakilan diplomatik, pertemuan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai situasi terkini di kawasan Timur Tengah beserta dampaknya bagi Yaman.






