PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi di tengah kemudahan akses teknologi digital saat ini. Himbauan tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan finansial yang cermat agar kemudahan transaksi tidak berujung pada perilaku konsumtif.
Pesan tersebut disampaikan oleh Direktur Finance and Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Royadi, saat menghadiri acara Lampung Financial Festival di Novotel Bandar Lampung pada Minggu (6/9).
Tantangan Kemudahan Transaksi Digital
Dalam paparannya, Achmad menjelaskan bahwa kehadiran berbagai layanan digital saat ini sangat mempermudah aktivitas transaksi masyarakat. Fasilitas seperti fitur bayar tunda atau paylater, hingga kemudahan memesan tiket perjalanan dan tiket konser secara daring, dinilai dapat mendorong masyarakat lebih mudah membelanjakan uang demi memenuhi berbagai keinginan.
35 Ribu Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk lebih sadar dalam mengendalikan arus pengeluaran mereka, sehingga pemanfaatan teknologi keuangan tetap memberikan dampak positif dan tidak mengganggu stabilitas finansial pribadi.
Prioritaskan Tabungan, Investasi, dan Dana Masa Depan
Menyikapi perkembangan tersebut, Achmad menegaskan bahwa generasi muda perlu mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan investasi. Pembiasaan tersebut harus dilakukan secara rutin dan disiplin sedini mungkin.
Asal Penghasilan Rp1 M per Bulan Zulhas di Tahun 1985

Ia menekankan pentingnya mengalokasikan pos dana tabungan serta investasi sejak awal saat pertama kali menerima penghasilan. Menurutnya, langkah ini dilakukan tanpa harus menunggu adanya sisa uang di akhir bulan. Dengan mengamankan alokasi tabungan dan investasi di awal, kebutuhan konsumsi dan pemenuhan gaya hidup dapat dipenuhi secara terukur dari dana yang memang telah dialokasikan.
Selain menabung dan berinvestasi, Achmad juga mendorong generasi muda untuk mulai memikirkan perencanaan jangka panjang dengan menyiapkan dana pensiun. Ia turut menyarankan agar kaum muda mempertimbangkan instrumen perlindungan finansial lainnya, termasuk produk asuransi, guna memperkuat perencanaan keuangan di masa depan.






