Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menceritakan perjalanan kariernya hingga berhasil mengantongi penghasilan setara Rp1 miliar per bulan pada 1985 jika dihitung dengan nilai uang saat ini. Cerita tersebut ia bagikan saat menjadi pembicara dalam acara Lampung Financial Festival 2026 pada Sabtu (5/9).
Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengungkapkan bahwa pundi-pundi pendapatan tersebut ia raih setelah mengambil keputusan berani untuk keluar dari pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan beralih menjadi pengusaha.
Sebelum terjun ke dunia bisnis, Zulhas menempuh jalan pendidikan yang berliku. Ia sempat bersekolah di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bandar Lampung atas keinginan ayahnya yang berharap ia menjadi seorang ustaz. Namun, ia mengaku kesulitan mengikuti sejumlah mata pelajaran, terutama bahasa Arab, hingga kerap membolos pelajaran bahasa Arab dan menyanyi. Ia kemudian memutuskan pindah sekolah meski sempat ditentang oleh sang ayah. Setelah lulus SMA, Zulhas sempat mencoba peruntungan mengikuti seleksi masuk fakultas kedokteran, namun dinyatakan tidak lolos.
BTN Rombak 5 Direksi, Generasi Muda Disiapkan Percepat Transformasi

Zulhas lantas memulai kariernya sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Pertanian. Di instansi tersebut, ia merasa penghasilan bulanannya hanya cukup untuk menutup biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Situasi itu memicu tekadnya untuk mencari jalan lain demi meningkatkan kesejahteraan finansial.
Ide untuk merintis usaha muncul saat Zulhas berkunjung ke Pasar Mester di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Di pasar tersebut, ia mengamati para pedagang keturunan Tionghoa yang dinilainya sukses menggerakkan roda perekonomian. Terinspirasi dari apa yang dilihatnya, Zulhas mulai membekali diri dengan membaca buku-buku bertema kiat meraih kesuksesan finansial serta mengikuti berbagai kursus, salah satunya bidang pemasaran.
Sembilan Penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta Dibatalkan akibat Abu Krakatau

Keputusannya menekuni dunia usaha membuahkan hasil pesat. Pada 1985, Zulhas telah menjalankan aktivitas perdagangan lintas negara dan menjalin kemitraan dagang ke sejumlah wilayah di Asia, seperti Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, hingga Hong Kong. Keberhasilan ekspansi bisnis tersebut tidak hanya mendatangkan pendapatan bernilai besar, tetapi juga membawanya memiliki empat unit rumah pada 1986.






