Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menganjurkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah di daerah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini disarankan demi memprioritaskan keselamatan para murid serta tenaga pendidik di kawasan yang terpapar abu vulkanik.
Dalam jumpa pers daring pada Minggu (6/9), Mu'ti menegaskan bahwa wilayah yang statusnya tidak aman sangat dianjurkan untuk meniadakan pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah. Kendati demikian, pihak sekolah diimbau tetap berkoordinasi dan mengikuti aturan resmi yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah daerah terdampak.
Jika otoritas setempat menilai kondisi masih memungkinkan untuk menggelar kegiatan tatap muka, sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mu'ti menginstruksikan agar seluruh aktivitas di luar kelas ditiadakan, termasuk kegiatan olahraga. Pembelajaran di dalam ruangan juga harus dipantau ketat untuk mencegah masuknya debu vulkanik ke dalam area kelas.
Sembilan Penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta Dibatalkan akibat Abu Krakatau

Anjuran penyesuaian kegiatan belajar ini menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi cukup besar sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9). Dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi tersebut dilaporkan telah menjangkau sejumlah wilayah di Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pergerakan abu vulkanik saat ini masih bersifat dinamis mengikuti arah angin. Sementara itu, analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengacu pada pantauan PVMBG, VAAC Darwin, dan Citra Satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran abu terbagi menjadi dua arah.
Penerbangan Singapore Airlines-Malaysia Airlines Batal Imbas Krakatau

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan yang mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. Adapun sebaran kedua mengarah ke barat daya hingga barat laut, melingkupi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat ketiga provinsi tersebut.






