PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi merombak susunan pengurus perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Menara BTN, Jakarta, pada Jumat (4/9/2026). Dalam agenda tersebut, pemegang saham menyetujui pergantian lima dari total 12 anggota jajaran Direksi BTN guna mempercepat langkah transformasi perseroan.
Perombakan ini menyasar lima pos strategis di jajaran kepengurusan. Posisi Direktur Utama tetap dijabat oleh Nixon L.P. Napitupulu, dan Oni Febriarto Rahardjo tetap menduduki posisi Wakil Direktur Utama. Sementara itu, susunan Dewan Komisaris perseroan dipastikan tidak mengalami pergeseran, dengan Suryo Utomo bertahan sebagai Komisaris Utama serta Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama.
Pergeseran Posisi dan Profil Direksi Baru
Dalam keputusan rapat, pemegang saham memberhentikan dengan hormat lima direktur, yaitu Nofry Rony Poetra (Direktur Finance & Strategy), Eko Waluyo (Direktur Human Capital & Compliance), Hirwandi Gafar (Direktur Consumer Banking), Setiyo Wibowo (Direktur Risk Management), dan Tan Jacky Chen (Direktur Information Technology).
Asal Penghasilan Rp1 M per Bulan Zulhas di Tahun 1985

Untuk mengisi kursi kepemimpinan tersebut, BTN menarik sejumlah profesional dengan rekam jejak lintas industri maupun perbankan:
- Adityo Kusumo ditunjuk sebagai Direktur Finance & Strategy, setelah sebelumnya menduduki jabatan Direktur Keuangan dan Investasi di PT Mineral Industri Indonesia.
- Wiwik Wahyuni diangkat menjadi Direktur Human Capital & Compliance, berbekal pengalaman sebelumnya sebagai Senior Director Human Capital di PT Danantara Asset Management.
- Johanes Barus dipercaya memegang posisi Direktur Risk Management usai sebelumnya bertugas sebagai Direktur Manajemen Risiko di PT Petrokimia Gresik.
- Evita Barliana ditetapkan sebagai Direktur Consumer Banking setelah menjabat Head of Non Branch Channel Sharia di PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia.
- Gatot Prasetyo dipercaya mengisi posisi Direktur Information Technology menyusul perannya terdahulu sebagai SVP IT Application Support Group Head di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
Fondasi Kinerja Keuangan Perseroan
Perombakan susunan direksi ini berlangsung di tengah tren pertumbuhan kinerja keuangan BTN. Hingga Juni 2026, perseroan membukukan total aset senilai Rp545,16 triliun, tumbuh 12,41 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Banjir Tips Investasi, Kelola Keuangan di Lampung Financial Festival

Penyaluran kredit dan pembiayaan BTN juga mencatatkan ekspansi sebesar 11,17 persen yoy menjadi Rp418,11 triliun pada periode yang sama. Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp433 triliun, meningkat 6,55 persen yoy.
Kinerja operasional tersebut turut mendongkrak capaian profitabilitas perseroan. Hingga paruh pertama Juni 2026, laba bersih BTN tercatat melonjak 40,78 persen yoy menjadi Rp2,41 triliun. Kehadiran jajaran direksi baru ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat eksekusi agenda transformasi digital dan bisnis pembiayaan perumahan nasional.






