Komisi XI DPR RI resmi menyetujui usulan Presiden Prabowo untuk mengangkat Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Selain Destry, Komisi XI DPR RI juga menyetujui pengangkatan Aida S. Budiman untuk mengemban posisi sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada periode yang sama, 2026–2031.
Persetujuan ini menjadi babak baru kepemimpinan di bank sentral Indonesia dan langsung mendapatkan respons dari pelaku pasar. Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, menyampaikan pandangannya bahwa figur Destry Damayanti memiliki posisi yang cukup kuat di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Selain memiliki rekam jejak yang kuat dalam forum koordinasi stabilitas sistem keuangan tersebut, sosok Destry juga diterima dengan baik oleh kalangan pelaku pasar modal dan keuangan di Tanah Air.
Penilaian Pasar terhadap Instrumen Moneter dan Sinergi Lembaga
Pelaku pasar menilai kepemimpinan di Bank Indonesia saat ini ditopang oleh kesiapan instrumen moneter yang solid. Bank sentral dinilai memiliki instrumen yang kuat dalam mengelola moneter di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.
Bos Kripto Sebar Duit Rp858 Miliar ke Partai Politik Jelang Pemilu

Kekuatan instrumen tersebut juga didukung oleh koordinasi yang erat antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah. Sinergi antarlembaga ini dipandang sebagai pilar penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memastikan pasar keuangan tetap berfungsi dengan baik.
Prospek Kebijakan BI Rate 2026 dan Sentimen The Fed
Selain pergantian kepemimpinan, pelaku pasar juga menaruh perhatian besar pada arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral. Terkait ruang kebijakan suku bunga, Rudiyanto menilai bahwa potensi atau ruang pemangkasan BI Rate pada 2026 tergolong cukup terbatas.
Video, Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?

Keterbatasan ruang pelonggaran moneter tersebut dipengaruhi oleh posisi nilai tukar Rupiah serta arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dinilai masih belum pasti. Kombinasi faktor eksternal dari The Fed dan fluktuasi kurs Rupiah membuat langkah penyesuaian BI Rate memerlukan kehati-hatian tinggi.
Pembahasan mendalam mengenai respons pasar terhadap persetujuan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI, instrumen moneter, hingga prospek suku bunga ini diulas dalam perbincangan antara Andi Shalini dan Direktur Panin Asset Management Rudiyanto di CNBC Indonesia.






