berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Edukasi

Cara Mengembangkan Ide Bisnis Berkelanjutan bagi Mahasiswa Melalui Program Greenovate

Bambang SetiawanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.49 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengembangkan Ide Bisnis Berkelanjutan bagi Mahasiswa Melalui Program Greenovate
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Perkembangan industri ramah lingkungan di Indonesia terus menunjukkan potensi yang besar. Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas pada tahun 2025, proporsi tenaga kerja hijau di Indonesia baru mencapai sekitar 3,45 juta orang atau setara dengan 2,6% dari total tenaga kerja nasional. Angka ini menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan untuk sektor hijau masih sangat terbuka lebar bagi talenta muda. Terlebih lagi, pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan memetakan kondisi perekonomian nasional. Selain itu, implementasi perdagangan karbon yang mulai berjalan pada tahun 2026 diperkirakan akan menciptakan berbagai peluang bisnis baru bagi banyak perusahaan. Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, peluang ini dapat dimanfaatkan dengan mempelajari cara mengembangkan ide bisnis berkelanjutan melalui kompetisi seperti Greenovate yang diinisiasi oleh TBS Foundation.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah pertama untuk mengembangkan bisnis berkelanjutan adalah menentukan fokus inovasi yang relevan dengan tantangan lingkungan saat ini. Dalam ajang Greenovate, ide bisnis yang diajukan oleh para peserta mencakup berbagai isu strategis yang krusial. Mahasiswa dapat merancang inovasi yang bergerak di bidang ekonomi sirkular, energi bersih, ketahanan air, pengelolaan limbah, hingga pengembangan material ramah lingkungan. Dengan menyasar sektor-sektor ini, ide bisnis yang dibangun tidak hanya memiliki nilai komersial tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan. Sebagai gambaran, kompetisi ini telah menarik antusiasme tinggi dengan masuknya lebih dari 150 ide bisnis berkelanjutan yang diajukan oleh lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga

Profil dan Pencapaian PT Importa Jaya Abadi di Industri Furnitur Besi

Profil dan Pencapaian PT Importa Jaya Abadi di Industri Furnitur Besi

Langkah kedua, kolaborasi tim yang kuat dan inklusif menjadi kunci sukses dalam mewujudkan ide bisnis hijau. Untuk mendaftar dalam program pengembangan seperti ini, tim yang dibangun perlu memiliki keberagaman perspektif. Sebagai contoh, dalam ajang Greenovate, setiap tim dari delapan finalis yang berhasil lolos ke babak Grand Final memiliki keterwakilan perempuan. Kedelapan tim terbaik tersebut mewakili berbagai kampus, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Universitas Palangka Raya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Cenderawasih. Keterwakilan perempuan juga terlihat menonjol pada jajaran pembimbing, di mana enam dari delapan mentor Greenovate merupakan perempuan yang memiliki pengalaman memimpin di bidang keberlanjutan, bisnis, energi, dan teknologi.

Langkah ketiga dalam mematangkan konsep bisnis adalah mencari bimbingan dari para ahli yang berpengalaman di industri terkait. Program Greenovate memfasilitasi hal ini dengan memberikan sesi mentoring langsung kepada para finalis. Para peserta mendapatkan bimbingan berharga dari para pemimpin di TBS Group beserta anak usahanya, seperti Electrum dan ARAH Environmental Indonesia. Tidak hanya itu, bimbingan juga melibatkan perusahaan eksternal, seperti PT Freeport Indonesia, Unilever Indonesia, dan CarbonX. Melalui proses bimbingan ini, ide bisnis mentah dapat diasah menjadi model bisnis yang lebih matang, siap diimplementasikan, dan memiliki kelayakan pasar yang tinggi di sektor ekonomi hijau.

Baca Juga

Klasemen Grup A Piala AFF 2026, Indonesia Amankan Peringkat Kedua Usai Taklukkan Timor Leste

Klasemen Grup A Piala AFF 2026, Indonesia Amankan Peringkat Kedua Usai Taklukkan Timor Leste

Langkah terakhir dari pengembangan ide bisnis dalam sebuah kompetisi adalah mempresentasikan inovasi tersebut di hadapan para panelis dan pemangku kepentingan industri. Puncak dari rangkaian kegiatan Greenovate dijadwalkan berlangsung pada babak Grand Final yang diselenggarakan pada 5 Agustus 2026 di Jakarta. Dalam ajang ini, para peserta berkesempatan memaparkan solusi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Gita Sjahrir selaku Managing Director for Investor Relations TBS, Iwan Syahril selaku Member of the Board of Supervisors TBS Foundation, serta Roderick Purwana selaku Managing Partner East Ventures. Executive Director TBS Foundation, Anugraha Dezmercoledi, turut mengawal berjalannya program ini. Mempersiapkan presentasi yang komprehensif dan berbasis data adalah tahap krusial agar inovasi berkelanjutan dapat meyakinkan para penilai dan pemangku kepentingan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bisnis BerkelanjutanGreenovateTBS FoundationMahasiswaInovasi Hijau

Berita Terbaru Lainnya

Penyebab Utama Terjadinya Salah Paham Saat Berkomunikasi Menurut PsikologiPanduan Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Acara Zikir Kebangsaan 2026 di MonasKehadiran Leapmotor di Indonesia, Detail Harga B10, C10, dan Rencana Perakitan LokalFenomena Pagar Tinggi di Mal dan Gedung Jakarta, Benarkah Ada Potensi Kerusuhan?Persiapan Penumpang Naik TransBandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dengan Tarif BaruKasus Pemerasan di Pemalang dan Kejanggalan Pesan Terhapus Pegawai KPKDampak Pencurian Komponen Hidran di Jakarta dan Langkah Penanganan PemerintahIstilah Penting Ekosistem Inovasi Berkelanjutan Pemerintah Daerah

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MKNasional 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap