berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Cara Menganalisis Kesehatan Emiten Kripto Saat Mengalami Kerugian, Belajar dari Kasus COIN

Ance RundenganDiterbitkan 31 Jul 2026 - 22.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menganalisis Kesehatan Emiten Kripto Saat Mengalami Kerugian, Belajar dari Kasus COIN
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Laporan keuangan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), selaku induk usaha dari bursa aset kripto CFX dan lembaga kliring kripto ICC, menunjukkan kerugian bersih sebesar Rp39,22 miliar pada semester I-2026. Angka ini berbalik dari pencapaian laba bersih sebesar Rp25,52 miliar pada semester I-2025. Bagi para investor, penurunan kinerja secara drastis ini sering kali memicu pertanyaan apakah pasar aset digital masih menarik untuk dilirik. Untuk menjawab hal tersebut, Anda perlu memahami langkah-langkah dalam menganalisis kesehatan keuangan emiten sektor kripto secara objektif agar dapat mengambil keputusan investasi

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
yang tepat.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menganalisis perubahan pada pendapatan operasional perusahaan. Sebagai contoh, pendapatan grup COIN pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp74,64 miliar, mengalami penurunan sebesar 34% dibandingkan dengan Rp113,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh merosotnya pendapatan jasa transaksi spot secara signifikan, yakni dari Rp77,72 miliar menjadi Rp32,56 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh penerapan kebijakan Surat Edaran Bersama CFX dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) No. 001/SEB/CFX-KKI/SPOT/II/2026 yang memangkas tarif transaksi aset kripto pasangan IDR menjadi 2 bps sejak 1 Maret hingga 30 September 2026, dan akan diturunkan lagi menjadi 1 bps mulai 1 Oktober 2026. Di sisi lain, Anda juga perlu melihat segmen yang bertumbuh, seperti pendapatan dari transaksi perpetual COIN yang justru meningkat dari Rp16,56 miliar menjadi Rp23,53 miliar.

Langkah kedua adalah memeriksa struktur beban usaha emiten untuk melihat efisiensi operasional. Kerugian usaha COIN yang mencapai Rp46,43 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba usaha Rp22,58 miliar pada semester I-2025, sangat dipengaruhi oleh lonjakan beban umum dan administrasi sebesar 34% year-on-year menjadi Rp121,07 miliar. Kenaikan ini didorong oleh beban gaji, upah, dan tunjangan yang naik 34% menjadi Rp43,53 miliar, serta beban digital dan komunikasi yang melonjak tajam 54% menjadi Rp30,69 miliar. Selain itu, investor harus memperhitungkan adanya beban tetap, seperti amortisasi aset takberwujud berupa source code sebesar Rp27,99 miliar per semester dengan masa amortisasi selama 20 tahun.

Baca Juga

Rencana Tambahan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Ratusan Pemda

Rencana Tambahan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Ratusan Pemda

Langkah ketiga adalah mengevaluasi posisi kas dan arus kas dari aktivitas operasional. Kesehatan likuiditas sebuah emiten dapat diukur dari ketersediaan kasnya dalam membiayai kegiatan sehari-hari. Kas dan setara kas grup COIN terpantau turun dari Rp366,60 miliar pada akhir Desember 2025 menjadi Rp290,82 miliar per 30 Juni 2026. Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi tercatat negatif Rp71,35 miliar pada semester I-2026, berbanding terbalik dari posisi positif Rp71,18 miliar pada semester I-2025. Penurunan kas ini sejalan dengan penyusutan total aset grup dari Rp1.602,51 miliar menjadi Rp1.530,73 miliar, serta penurunan total ekuitas dari Rp1.548,80 miliar menjadi Rp1.509,58 miliar. Dampak dari rentetan penurunan ini tercermin pada rugi bersih per saham yang menyentuh angka Rp(2,67), berbanding terbalik dengan laba per saham Rp2,04 pada semester I-2025.

Langkah keempat adalah meninjau rasio utang dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap platform. Meskipun sedang merugi, COIN memiliki total liabilitas yang tergolong rendah, yaitu sebesar Rp21,15 miliar dengan rasio liabilitas terhadap ekuitas atau gearing ratio negatif 0,18 kali. Angka negatif ini menunjukkan posisi kas bersih yang kuat dan struktur permodalan yang konservatif. Selain itu, aset digital milik konsumen yang disimpan dalam wallet kustodian ICC justru melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp853,39 miliar dari sebelumnya Rp398,83 miliar pada akhir tahun 2025. Fakta ini menandakan bahwa aktivitas penyimpanan aset digital oleh pengguna masih terus bertumbuh, yang mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan nasabah.

Baca Juga

Cara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden Prabowo

Cara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden Prabowo

Langkah kelima adalah mengidentifikasi upaya diversifikasi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Sebagai langkah mitigasi risiko terhadap penurunan transaksi spot, perhatikan apakah emiten mulai mencari alternatif pemasukan. Pada semester I-2026, COIN mulai membukukan pendapatan dari sektor baru, yaitu jasa IT sebesar Rp2,94 miliar dan cloud services sebesar Rp0,98 miliar. Ditambah dengan pendapatan keuangan berupa bunga deposito dan jasa giro sebesar Rp7,81 miliar, perusahaan mampu menahan laju kerugian sehingga rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp38,47 miliar sebelum dikurangi beban pajak sebesar Rp754 juta. Melalui analisis komprehensif ini, investor dapat menilai apakah kerugian yang dialami perusahaan bersifat sementara akibat penyesuaian tarif regulasi atau merupakan indikasi penurunan fundamental bisnis secara permanen.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiLaporan KeuanganKriptoSaham COINAnalisis Saham

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Tambahan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Ratusan PemdaCara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden PrabowoRincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kementerian PertahananPembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas TerkiniTransisi Energi Terbarukan sebagai Solusi Pengembangan Akuakultur Ramah LingkunganEtika Birokrasi dan Keamanan Publik, Mengapa Sayembara Begal Dedi Mulyadi Dinilai Tidak EtisTanggapan KPK atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul WahidMenyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap