Sektor pariwisata memegang peranan krusial dalam menggerakkan roda perekonomian di Indonesia. Industri ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru. Lebih dari itu, pariwisata juga berperan penting dalam menghidupkan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, serta mendorong sektor perdagangan. Geliat pariwisata secara langsung memberikan dampak positif pada jasa restoran, perhotelan, transportasi, hingga industri kreatif di berbagai daerah di Indonesia. Meski memiliki potensi besar, industri pariwisata di Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan berat dalam proses pemulihan pasca-pandemi Covid-19. Tantangan pemulihan pariwisata ini menjadi perhatian penting agar sektor ini dapat kembali menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data dari OECD, industri pariwisata Indonesia saat ini tercatat masih mengalami penurunan sebesar 4 persen jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi. Walaupun masih di bawah level prapandemi, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat dari angka kunjungan wisatawan. Per Mei 2026, tercatat kunjungan wisata ke Indonesia mencapai 1,38 juta pengunjung. Sementara itu, total kunjungan wisatawan sepanjang Semester I-2026 telah menyentuh angka 6 juta kunjungan. Kualitas kunjungan saat ini pun menunjukkan perbedaan dari masa sebelumnya. Untuk mengoptimalkan momentum ini dan memulihkan bisnis pariwisata sepenuhnya, diperlukan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan oleh berbagai pihak terkait di Indonesia.








