berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Nasional

BPS Ungkap Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia

Yolanda RumbayanDiterbitkan 3 Sep 2026 - 00.23 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPS Ungkap Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Perbedaan signifikan antara data kemiskinan nasional dan proyeksi Bank Dunia memicu perhatian publik. Bank Dunia dalam publikasi terbarunya memproyeksikan sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan pada 2026, berbanding terbalik dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,07 persen.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M Nashrul Wajdi meluruskan bahwa angka yang dirilis Bank Dunia tidak dihitung berdasarkan garis kemiskinan nasional Indonesia. Oleh karena itu, kedua indikator tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung.

BPS mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen atau mencakup sekitar 22,93 juta orang. Angka ini dirumuskan berdasarkan penghitungan spesifik kebutuhan dasar masyarakat di dalam negeri.

Baca Juga

Bareskrim Geledah Toko Emas di Cikini, Diduga Jaringan China

Bareskrim Geledah Toko Emas di Cikini, Diduga Jaringan China

Perbedaan Standar dan Metodologi Perhitungan

Adapun angka 64,2 persen bersumber dari laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2026 yang dirilis Bank Dunia. Angka tersebut merupakan proyeksi tahun 2026 dengan patokan garis kemiskinan sebesar 8,30 dolar AS per kapita per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) tahun 2021.

Nashrul menjelaskan bahwa batas 8,30 dolar AS tersebut adalah standar median yang digunakan untuk kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income countries/UMIC). Tujuannya terutama diperuntukkan bagi komparasi kondisi ekonomi antarnegara, bukan mengukur pemenuhan kebutuhan dasar spesifik masyarakat Indonesia.

Selain itu, nilai 8,30 dolar AS tersebut tidak dikonversikan memakai kurs pasar rupiah terhadap dolar AS yang berlaku saat ini, melainkan memperhitungkan paritas daya beli (PPP) antarnegara.

Baca Juga

Fadli Zon Upayakan Revitalisasi Rumah Adat Sade yang Terbakar

Fadli Zon Upayakan Revitalisasi Rumah Adat Sade yang Terbakar

Dalam pembaruan standarnya, Bank Dunia menerapkan tiga tingkatan garis kemiskinan global:

  • Garis 3 dolar AS per kapita per hari untuk mengukur kemiskinan ekstrem.
  • Garis 4,20 dolar AS per kapita per hari untuk kelompok negara berpendapatan menengah bawah.
  • Garis 8,30 dolar AS per kapita per hari untuk kelompok negara berpendapatan menengah atas.

Perbedaan kerangka acuan dan tujuan pengukuran inilah yang membuat hasil penghitungan BPS dan proyeksi Bank Dunia menampilkan proporsi yang sangat berlainan.

Sumber: Republika

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank DuniaBPS

Berita Terbaru Lainnya

Bareskrim Geledah Toko Emas di Cikini, Diduga Jaringan ChinaFadli Zon Upayakan Revitalisasi Rumah Adat Sade yang TerbakarKementerian Haji dan Umrah Verifikasi 3.900 Travel dan Tindak Penyelenggara IlegalKomisi III, Ruang Lingkup Perampasan Aset Bukan Hanya TipikorAceh Waspada Hujan Lebat, Mualem Ingatkan Potensi BencanaRamalan Shio Naga dan Ular Kamis, 3 September 2026Tekan Dwelling Time, Bea Cukai Jakarta Optimalkan PLBResmi Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Prioritaskan Kebijakan Pro-Stability

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap