Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ribuan aktivitas seismik lanjutan masih terus terjadi pascagempa utama bermagnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga kini, total gempa susulan yang tercatat telah menembus 9.765 kejadian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan data tersebut berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari seluruh rangkaian gempa susulan yang terdata, kekuatan gempa tercatat bervariasi mulai dari yang paling kecil M 1 hingga yang paling besar mencapai M 6,2.
Pencarian 5 Jurnalis Liputan Gunung Anak Krakatau Dilanjutkan Besok

Berton menjelaskan bahwa dari total 9.765 getaran tersebut, sebanyak 155 gempa susulan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. BNPB juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat gempa-gempa susulan semacam ini diperkirakan masih berpotensi dialami hingga rentang waktu 3 sampai 4 minggu setelah gempa utama terjadi.
BPBD Buka Suara soal Semeru Erupsi Terus, Level III Sejak Setahun Lalu

Mengenai dampak korban, BNPB mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana gempa NTT ini mencapai 111 orang. Berton menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir hingga konferensi pers pada Minggu (30/8/2026), tidak ada laporan penambahan korban meninggal baru yang diterima oleh BNPB.






