Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan telah menyalurkan sebanyak 1.911 ton bantuan logistik untuk korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap melalui moda transportasi darat, laut, dan udara sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa dari total logistik yang telah terkirim, sebanyak 1.263 ton diarahkan ke Labuan Bajo dan 648 ton dialokasikan ke Maumere. Untuk memperkuat pasokan, BNPB juga memberangkatkan tambahan 126 ton bantuan logistik dari Pos Dukungan Logistik Nasional Halim Perdanakusuma melalui jalur darat menuju Surabaya, yang kemudian diangkut menggunakan jalur laut menuju NTT. Bantuan susulan tersebut dibagi masing-masing 63 ton untuk posko di Labuan Bajo dan Maumere.
Pengiriman logistik melalui kombinasi jalur darat dan laut ini diperkirakan memakan waktu sekitar delapan hari. Kendati demikian, pasokan kebutuhan dasar bagi warga terdampak dipastikan tetap berjalan tanpa henti melalui suplai udara.
Fahd dan Fadia A Rafiq, Kakak Beradik yang Tersandung Kasus di KPK

Hambatan Distribusi dan Pendataan Kerusakan
Tantangan geografis sempat menghambat distribusi logistik di lapangan. Di salah satu desa di wilayah Manggarai, ketiadaan akses kendaraan roda dua maupun roda empat memaksa petugas membawa bantuan secara manual dengan berjalan kaki sejauh sekitar 10 kilometer.
Berdasarkan laporan awal, sebanyak 87.828 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkatan rusak berat, sedang, dan ringan. Angka kerusakan tersebut masih bersifat sementara selagi tim pendata dari pemerintah daerah yang telah dibekali bimbingan teknis melakukan verifikasi standar di lokasi terdampak.
Polisi Cocokkan DNA Jasad Pria di Pulau Enggano dengan Jurnalis Hilang

Penanganan dampak gempa di NTT turut didukung oleh sinergi berbagai lembaga kemanusiaan dan kementerian. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyerahkan bantuan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, didampingi aksi penyaluran dari Islamic Relief Indonesia bagi 500 keluarga terdampak di Manggarai, APERSI yang menyiapkan 1.500 paket bantuan tahap kedua, serta dukungan relawan PRANTARA. Di tengah upaya penanganan gempa, kewaspadaan bencana di NTT juga tertuju pada Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur yang mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 1.000 meter.






