Bisnis energi milik taipan asal Indonesia, Prajogo Pangestu, resmi memperluas jangkauan operasionalnya ke sektor bahan bakar penerbangan internasional dengan membidik Bandara Changi di Singapura. Langkah strategis ini menandai masuknya konglomerasi tersebut ke dalam pengelolaan pasokan energi di salah satu bandara tersibuk di dunia.
Ekspansi tersebut direalisasikan melalui Aster, sebuah perusahaan patungan yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu melalui Chandra Asri Pacific. Aster telah menyepakati perjanjian untuk mengakuisisi saham Changi Airport Fuel Hydrant Installation (CAFHI).
Perluasan Investasi dan Pasokan Bahan Bakar
Kesepakatan akuisisi saham CAFHI menjadi pijakan penting bagi Aster untuk memasuki pasar bahan bakar penerbangan sekaligus memperdalam jejak investasinya di Singapura. Melalui kepemilikan saham di fasilitas infrastruktur hidran bahan bakar tersebut, Aster akan memperkuat kehadirannya di ekosistem penerbangan regional.
Tekanan IHSG Berlanjut! Sesi 1 Ditutup Turun 1,49%

Dengan terlaksananya transaksi ini, Aster akan bergabung bersama sejumlah perusahaan energi besar lainnya dalam menyediakan dan menyalurkan bahan bakar penerbangan secara langsung kepada berbagai maskapai internasional yang beroperasi di Bandara Changi.
Penguatan Kapabilitas Energi dan Status Regulasi
Deputy CEO Aster yang berbasis di Singapura, Andre Khor, menyampaikan bahwa akuisisi saham CAFHI merupakan langkah signifikan dalam strategi ekspansi perusahaan ke industri bahan bakar aviasi. Langkah korporasi ini dikombinasikan dengan operasi pengolahan dan fasilitas penyimpanan milik Aster, serta kapabilitas perusahaan yang terus berkembang di sektor bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).
3 Direktur AKRA Jual 5,18 Juta Saham Senilai Rp7,6 Miliar

Menurut Andre Khor, integrasi tersebut memperkuat posisi Aster dalam mendukung kebutuhan energi penerbangan yang terus meningkat di Singapura dan kawasan sekitarnya, khususnya dalam melayani kebutuhan salah satu pusat penerbangan terkemuka di dunia.
Hingga saat ini, nilai transaksi atas akuisisi saham CAFHI tersebut belum diungkapkan kepada publik. Kesepakatan bisnis ini juga masih bergantung pada perolehan izin dari pihak regulator terkait serta pemenuhan sejumlah persyaratan penutupan transaksi lainnya sebelum dapat dirampungkan sepenuhnya.






