Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengusulkan penerapan teknologi modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di kawasan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah ini disiapkan untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran sampah yang masih berlangsung di lokasi tersebut.
Dedie menyatakan bahwa rencana usulan modifikasi cuaca akan diajukan kepada pemerintah pusat apabila hujan alami tak kunjung turun di wilayah Galuga. Penanganan kebakaran di lokasi tersebut menerapkan berbagai metode sekaligus menyusul karakteristik api yang tertimbun di bawah tumpukan sampah.
Kesaksian Penumpang Selamat KM Virgo Transport 8 yang Tenggelam di Perairan Masalembo

Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Selain pengerahan alat berat dan penyemprotan air di darat, TNI Angkatan Udara turut dikerahkan untuk melakukan operasi pengeboman air (water bombing). Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pangkalan TNI AU (Lanud) Atang Sanjaya guna memastikan operasi udara tersebut berlanjut demi memperluas cakupan pemadaman.
Dedie bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung memantau proses penanganan di lapangan hingga dini hari. Petugas di lapangan harus membongkar gundukan sampah satu per satu menggunakan alat berat, menyemprotkan air untuk proses pendinginan, lalu menutupnya kembali guna mencegah bara api di lapisan dalam menyala kembali.
Hantaman Ombak Diduga Picu Kapal Virgo Transport 8 Miring dan Tenggelam

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa total luas area yang terdampak kebakaran kini mencapai kurang lebih 7,1 hektare. Luasan tersebut mencakup area awal kebakaran di luar TPAS yang awalnya seluas 1,7 hektare, meluas menjadi 5 hektare, hingga akhirnya mencakup gabungan area pengelolaan sampah milik Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Bogor.






