Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Makassar secara bertahap mulai melandai. Kondisi tersebut sejalan dengan berbagai langkah optimalisasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa antrean kendaraan di beberapa SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai terurai berkat berbagai penyesuaian layanan dan penyaluran bahan bakar di lapangan.
Langkah Penyaluran dan Operasional 24 Jam
Untuk mempercepat distribusi dan menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat, sebanyak 25 SPBU di Kota Makassar kini dioperasikan selama 24 jam penuh. Pengoperasian SPBU secara non-stop ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan waktu pengisian sehingga kendaraan tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.
Petani Ungkap Penyebab Harga Cabai Melesat hingga Tembus Rp 90 Ribu/Kg

Dari sisi operasional dan logistik penyaluran, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pasokan energi dengan mengerahkan armada mobil tangki yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini dijalankan untuk menjaga pasokan BBM ke SPBU tetap berkesinambungan.
Rekayasa Layanan dan Penambahan Fasilitas
Selain peningkatan durasi operasional pasokan, Pertamina Patra Niaga bersama Pemprov Sulsel juga menerapkan skema pengaturan khusus guna memecah kepadatan kendaraan. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah pemberlakuan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM di SPBU.
Menhub Pastikan Investigasi Menyeluruh Terkait Insiden KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Optimalisasi pelayanan konsumen di lokasi SPBU turut ditingkatkan secara langsung melalui penambahan nozzle BBM subsidi dan penambahan petugas operator di sejumlah SPBU. Langkah teknis ini diambil agar proses pengisian bahan bakar berjalan lebih cepat dan antrean tidak mengular.
Pertamina Patra Niaga juga memperluas titik distribusi BBM di Makassar dengan mengoperasikan tiga unit SPBU Modular. Penambahan fasilitas SPBU Modular ini ditujukan untuk memperbanyak titik layanan masyarakat sehingga beban antrean kendaraan di SPBU reguler dapat terbagi secara merata.






