Pemerintah memastikan investigasi menyeluruh segera dilakukan terkait musibah yang menimpa kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 di kawasan perairan Laut Jawa. Langkah penanganan dan penyelidikan ini diarahkan untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden serta menjadi rujukan dalam meningkatkan sistem keselamatan transportasi laut di Indonesia.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban yang terdampak oleh kecelakaan kapal tersebut. Dudy menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus mengawal dan mendampingi proses penanganan musibah ini hingga seluruh tahapan selesai.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban, dan Kementerian Perhubungan bersama seluruh stakeholder akan terus mengawal proses penanganan musibah ini hingga seluruh tahapan dapat selesai dilaksanakan," ujar Dudy.
Polri Kirim 3 Kapal Bantu Operasi SAR KM Virgo Transport 8

KNKT Diterjunkan Mengusut Penyebab Insiden
Guna mendalami faktor penyebab kecelakaan, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan langsung diterjunkan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Penyelidikan oleh KNKT difokuskan pada pengumpulan bukti dan analisis teknis terkait faktor yang memicu terjadinya peristiwa yang merenggut korban jiwa tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa hasil investigasi yang disusun oleh KNKT nantinya akan dijadikan sebagai dasar evaluasi serta perbaikan tata kelola penyelenggaraan keselamatan pelayaran nasional secara berkelanjutan.
Sebelumnya, KMP Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa setelah sempat mengalami insiden listing atau kondisi posisi kapal yang miring. Berdasarkan data operasional pelayaran, kapal penumpang tersebut membawa total 243 orang dan mengangkut sebanyak 89 unit kendaraan.
Walhi Desak Pemerintah Tutup TPST Abu & co di Sempadan Cisadane

Rincian 243 orang yang berada di atas KMP Virgo Transport 8 terdiri atas 30 orang kru kapal, 27 orang mitra kerja kapal, 59 orang penumpang dewasa, 1 orang anak-anak, serta 126 orang yang merupakan sopir dan kernet kendaraan angkutan.
Berdasarkan data perkembangan penanganan, sebanyak 107 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim di lapangan dan dinyatakan dalam kondisi selamat. Sementara itu, sebanyak 6 orang penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Kementerian Perhubungan bersama instansi terkait terus memantau penanganan para korban serta tindak lanjut dari musibah kapal ini.






