Tiga direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) secara bersamaan melepas sebagian kepemilikan saham mereka di perseroan. Mengacu pada laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pelepasan saham tersebut mencakup 5,18 juta lembar saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp7,6 miliar.
Ketiga anggota direksi yang melakukan transaksi penjualan saham tersebut adalah Jimmy Tandyo, Bambang Soetiono S, dan Nery Polim. Akumulasi saham yang dilepas oleh ketiga direktur tersebut mewakili sekitar 0,03% dari total saham beredar perseroan, dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp1.471 per saham. Rangkaian transaksi penjualan saham tersebut berlangsung pada kurun waktu 7 hingga 8 September 2026.
Kebijakan dan Rencana Dividen Tahun Buku 2026
Selain aksi pelepasan saham oleh jajaran manajemen, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rencana perseroan terkait dividen. AKRA berencana memangkas rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio untuk tahun buku 2026 menjadi sebesar 30% dari laba bersih. Angka pembagian keuntungan tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun buku 2025 yang alokasi pembagian dividennya mampu mencapai 80% dari perolehan laba bersih.
Tekanan IHSG Berlanjut! Sesi 1 Ditutup Turun 1,49%

Berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan, AKRA mengatur batas rasio pembayaran dividen sekurang-kurangnya 30% dari laba bersih apabila perolehan laba bersih perseroan melampaui ambang batas Rp50 miliar. Realisasi dan penetapan besaran rasio dividen tersebut pada akhirnya tetap mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, stabilitas kondisi keuangan perseroan, serta wajib mengantongi persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Pertumbuhan Kinerja Keuangan Semester I-2026
Rencana penyesuaian porsi dividen ini berjalan seiring dengan pencapaian kinerja keuangan perseroan yang positif pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan, AKRA membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp1,43 triliun pada semester I-2026.
Ada Emiten Milik Haji Isam, BEI Gembok Perdagangan Saham JARR dan LCKM

Capaian laba bersih perseroan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 21,25% secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan torehan laba bersih pada periode semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp1,18 triliun.






