Pasar saham Indonesia mengalami tekanan hebat pada perdagangan hari Selasa, 11 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan sebesar 1,53 persen dan terperosok ke posisi 6.267,88. Penurunan tajam ini membawa indeks kembali mendekati level psikologis 6.200. Sepanjang hari itu, mayoritas saham bergerak di zona merah dengan rincian 542 saham melemah, hanya 141 saham yang menguat, dan 108 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai dengan volume transaksi mencapai 35,40 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,19 juta kali, serta nilai transaksi yang menembus Rp14,51 triliun.
Di tengah kepanikan pasar tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp687,80 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual di pasar reguler mencapai Rp279,98 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai angkanya lebih tinggi, yakni sebesar Rp407,82 miliar. Kendati mencatatkan penjualan bersih secara kumulatif, investor asing tidak sepenuhnya keluar dari pasar, melainkan tetap melakukan akumulasi pada beberapa saham pilihan.
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum terkait dinamika pasar dan bagaimana fenomena asing pilih serok 10 saham ini kala IHSG ambruk terjadi.
Bagaimana rincian pergerakan dana asing saat IHSG melemah kemarin?
IHSG Tergelincir ke Zona Merah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Meskipun IHSG mengalami koreksi yang cukup dalam, pergerakan dana asing menunjukkan strategi yang selektif. Secara total, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp687,80 miliar. Distribusi penjualan ini terbagi menjadi Rp279,98 miliar di pasar reguler dan Rp407,82 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Angka ini mencerminkan sikap kehati-hatian investor global terhadap kondisi makroekonomi domestik pada hari tersebut.
Mengapa investor asing tetap membeli saham tertentu saat pasar sedang ambruk?
Ketika indeks saham gabungan jatuh, harga mayoritas saham biasanya ikut terkoreksi ke tingkat yang lebih murah. Bagi investor asing, situasi ini sering kali dimanfaatkan sebagai peluang untuk masuk ke saham-saham berfundamental kuat dengan harga diskon. Berdasarkan data dari Stockbit, terdapat 10 saham dengan nilai beli bersih asing (net foreign buy) terbanyak selama perdagangan Selasa tersebut. Langkah taktis ini menjelaskan mengapa istilah asing pilih serok 10 saham ini kala IHSG ambruk menjadi perhatian pelaku pasar yang mencari peluang investasi jangka panjang.
Apa saja daftar 10 saham yang paling banyak dikoleksi asing tersebut?
Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Naik Kelas lewat Penguatan Rantai Nilai Global

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun dari Stockbit, investor asing secara aktif mengumpulkan sepuluh saham pilihan di tengah kejatuhan indeks. Namun, perlu dicatat bahwa rincian nama emiten atau kode saham dari kesepuluh entitas tersebut tidak dijabarkan secara mendetail dalam laporan ringkas pasar kali ini. Keterbatasan informasi ini menuntut pelaku pasar untuk memantau langsung platform data pasar modal guna melihat komposisi portofolio terkini yang menjadi sasaran beli bersih asing.
Bagaimana volume dan frekuensi perdagangan pada hari kejatuhan IHSG tersebut?
Perdagangan pada hari Selasa itu berlangsung sangat aktif dengan likuiditas yang tinggi. Volume perdagangan tercatat menyentuh 35,40 miliar unit saham yang berpindah tangan melalui 2,19 juta kali transaksi. Nilai transaksi keseluruhan yang menembus angka Rp14,51 triliun menunjukkan bahwa tekanan jual yang masif diimbangi oleh daya serap pasar yang cukup besar, termasuk aktivitas beli selektif oleh pemodal asing.






