Laporan keuangan terbaru dari Trump Media & Technology Group (TMTG) menunjukkan angka yang kontras antara kerugian operasional dan kepemilikan aset. Perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menaungi platform Truth Social, mencatat kerugian sebesar USD 238 juta atau sekitar Rp 4,24 triliun pada kuartal II 2026. Kerugian tersebut dibukukan dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Juni 2026. Untuk memahami posisi keuangan perusahaan di tengah situasi ini, terdapat beberapa langkah evaluasi yang dapat dilakukan oleh para pengamat dan pelaku pasar.
Langkah pertama adalah membandingkan pendapatan riil terhadap kepemilikan aset perusahaan. Meskipun mencatatkan kerugian triliunan rupiah, TMTG sebenarnya membukukan pendapatan sebesar USD 1,7 juta atau sekitar Rp 30,3 miliar pada kuartal II 2026. Angka pendapatan ini menunjukkan peningkatan sebesar 89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pada akhir kuartal II 2026, TMTG masih memegang kas dan investasi jangka pendek senilai lebih dari USD 400 juta atau sekitar Rp 7,12 triliun, ditambah dengan aset bitcoin serta aset terkait bitcoin yang bernilai USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 21,39 triliun.
Kesal Fotonya Diolok dan Dibuat Stiker, Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat

Langkah kedua melibatkan analisis terhadap beban utang jangka pendek yang dapat memicu risiko keuangan. TMTG tercatat memiliki utang sebesar USD 1 miliar yang berasal dari surat utang konversi khusus. Walaupun utang tersebut baru akan jatuh tempo pada tahun 2028, para pemberi pinjaman memiliki opsi untuk meminta pencairan surat utang tersebut pada November mendatang. Evaluasi terhadap keputusan para kreditor pada bulan November ini menjadi penting karena berpotensi memberikan tekanan terhadap keuangan perusahaan.
Langkah ketiga adalah mencermati arah strategis baru yang diterapkan oleh manajemen. Di bawah kepemimpinan CEO baru Trump Media, Kevin McGurn, perusahaan kini memfokuskan kembali perhatiannya pada bisnis media sosial. Keputusan ini diambil setelah selama setahun TMTG berupaya melakukan ekspansi ke lini bisnis taruhan daring dan kripto. Sebagai bagian dari fokus baru ini, perusahaan meluncurkan layanan Truth API yang menjual akses awal terhadap unggahan di Truth Social dari Trump dan pengguna utama lainnya kepada perusahaan perdagangan di Wall Street. Layanan ini dibanderol dengan harga USD 60.000 hingga USD 100.000 per bulan, dan telah mendapatkan 10 pelanggan yang sebagian besar merupakan perusahaan high-frequency trading.
PPI Salurkan 13 Unit Sprayer Pestisida untuk Petani di Indramayu dan Majalengka

Langkah terakhir adalah menilai perdebatan etis serta diversifikasi usaha jangka panjang yang sedang berjalan. Layanan Truth API tersebut menuai kritik dari Kathleen Clark, pakar aturan konflik kepentingan pemerintah dari Washington University School of Law, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk korupsi. Sebaliknya, Kevin McGurn membantah kekhawatiran itu dan menyatakan bahwa perusahaan lain juga menyediakan akses khusus dan cepat serupa bagi para pelaku perdagangan. Di tengah dinamika ini, TMTG tetap melanjutkan rencana pengembangan teknologi fusi nuklir dengan menargetkan penyelesaian merger bersama TAE Technologies pada akhir tahun ini. Sementara itu, Donald Trump juga terpantau tetap aktif melakukan kegiatan publik, seperti saat berbicara di rapat umum Hari Kemerdekaan untuk menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS di National Mall, Washington, D.C., pada Sabtu, 4 Juli 2026.






