Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu (12/8). Prospek pergerakan ke zona hijau ini menjadi perhatian penting bagi para pelaku pasar modal, terutama setelah indeks mengalami tekanan pada hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Selasa (11/8) sore, IHSG tercatat ditutup melemah di level 6.267. Penurunan tersebut terjadi setelah indeks saham melemah sebesar 97,49 poin atau mengalami koreksi minus 1,53 persen dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan bahwa IHSG masih memiliki peluang yang cukup terbuka untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Kendati demikian, ia juga mengingatkan adanya risiko koreksi yang cukup besar apabila pasar bergerak di luar skenario utama. Untuk pergerakan hari Rabu ini, Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support pada level 6.201 dan 6.029, sementara area resistance diperkirakan berada pada rentang level 6.454 dan 6.599.
Lebih lanjut, Herditya Wicaksana menjelaskan dua potensi skenario pergerakan indeks. Dalam skenario terbaik atau best-case scenario, IHSG berpotensi untuk terus menguat hingga mencapai area atau kisaran 6.440 hingga 6.544. Namun, para investor juga perlu mengantisipasi skenario alternatif yang membayangi pasar. Jika skenario alternatif ini yang justru terjadi, maka IHSG berisiko mengalami koreksi yang cukup signifikan hingga menembus kisaran level 5.890 sampai 6.192.
Pernak-pernik HUT Ke-81 RI Ramai Dijajakan Pedagang Musiman di Pasar Minggu

Di sisi lain, pandangan dari Binaartha Sekuritas juga memberikan gambaran mengenai posisi indeks saat ini. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan bahwa indeks saham saat ini sedang berada di area yang cukup krusial. Kondisi krusial ini terjadi setelah IHSG terus melanjutkan koreksinya selama dua hari terakhir. Saat ini, pergerakan indeks sedang menguji garis support tren pada chart harian. Menurut analisis Ivan, peluang terjadinya rebound atau pembalikan arah menguat masih terbuka lebar, dengan catatan IHSG mampu bertahan di atas garis support tren tersebut.
Untuk mendukung keputusan transaksi investor pada perdagangan hari ini, Ivan Rosanova memprediksi pergerakan IHSG akan berada pada level-level acuan yang spesifik. Ia memproyeksikan indeks saham akan bergerak dengan level support di angka 6.194, 6.092, 6.025, dan 5.997. Sementara itu, untuk target kenaikan atau level resistance, Ivan menetapkan batas-batas acuan pada level 6.422, 6.545, 6.700, hingga level tertinggi di kisaran 6.835.
Cara Mengantisipasi Dampak Krisis Timur Tengah Terhadap Rantai Pasok dan Bisnis

Sebagai bagian dari rekomendasi investasi untuk memanfaatkan momentum pasar hari ini, kedua analis menyarankan beberapa saham pilihan yang layak dicermati oleh para pelaku pasar. Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan yang meliputi AMRT, EMAS, HRUM, dan ICBP. Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memberikan rekomendasi saham alternatif lainnya yang terdiri dari AADI, BBNI, BMRI, serta PGAS.
Kondisi pasar pada hari sebelumnya juga memberikan gambaran aktivitas transaksi yang cukup aktif. Berdasarkan data dari RTI Infokom, para investor melakukan transaksi dengan nilai total mencapai Rp14,50 triliun pada perdagangan Selasa kemarin. Adapun jumlah volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 35,39 miliar saham. Pada penutupan perdagangan kemarin, dinamika pasar ditunjukkan dengan adanya 141 saham yang bergerak menguat, sedangkan sebanyak 542 saham mengalami koreksi atau melemah, dan 108 saham lainnya ditutup stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.






