Bagaimana kelanjutan sinergi kebijakan fiskal dan moneter Indonesia setelah pergantian kepemimpinan di bank sentral? Pertanyaan ini menjadi perhatian penting bagi pelaku ekonomi nasional. Jawaban atas arah kerja sama tersebut mulai terlihat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengusung Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti ke DPR sebagai calon tunggal gubernur bank sentral.
Dalam penjelasannya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/8), Purbaya menceritakan hubungan kerja yang telah lama terjalin di antara mereka. Purbaya ungkap kedekatan dengan Destry Damayanti, pede bisa kerja sama dalam mengawal stabilitas ekonomi Indonesia ke depan. Keyakinan ini didasari oleh rekam jejak kolaborasi mereka yang sudah terbentuk sejak bertahun-tahun lalu.
Awal mula hubungan kerja profesional antara Purbaya dan Destry terbangun saat Purbaya masih menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pada masa tersebut, Destry bertugas sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS dengan status ex officio, yang bertindak sebagai perwakilan resmi dari Bank Indonesia. Pengalaman berdiskusi dan mengambil keputusan bersama di LPS inilah yang membuat Purbaya merasa optimistis bahwa koordinasi antara Kementerian Keuangan dan BI akan berjalan harmonis.
Pernak-pernik HUT Ke-81 RI Ramai Dijajakan Pedagang Musiman di Pasar Minggu

Saat ini, Destry Damayanti tengah mengemban amanah sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI. Posisi ini ia duduki menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan gubernur bank sentral tersebut. Dengan penunjukan Destry sebagai calon tunggal oleh Presiden Prabowo, proses transisi kepemimpinan di BI diharapkan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas pasar keuangan.
Destry sendiri memiliki latar belakang akademis dan profesional yang panjang di sektor keuangan. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan kemudian melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat. Perjalanan kariernya dimulai pada periode 2000-2003 saat ia bekerja sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia. Setelah itu, ia sempat kembali ke dunia akademis sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2005 hingga 2006.
Cara Mengantisipasi Dampak Krisis Timur Tengah Terhadap Rantai Pasok dan Bisnis

Sebelum banyak berkecimpung di lembaga negara, Destry juga memiliki rekam jejak yang kuat di sektor swasta dan badan usaha milik negara. Ia pernah menduduki posisi sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas selama periode 2005-2011, sebelum akhirnya bergeser menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada tahun 2011 hingga 2015. Di tingkat pemerintahan, ia sempat dipercaya untuk memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada periode 2014-2015.
Kiprahnya di LPS berlangsung selama periode 2015-2019 sebagai Anggota Dewan Komisioner. Kariernya di bank sentral semakin menanjak ketika ia ditetapkan oleh Presiden sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 untuk masa jabatan 2019-2024. Kepercayaan negara terhadap kapasitasnya terbukti kembali saat ia diangkat lagi untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI mulai Mei 2024. Hubungan kerja yang panjang serta pemahaman mendalam tentang lanskap keuangan domestik inilah yang membuat Purbaya sangat yakin akan keberhasilan kolaborasi mereka di masa mendatang.






