Kepulan asap sempat muncul di ruang baterai Uninterruptible Power Supply (UPS) Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (29/8/2026). Petugas pemadam kebakaran bersama Tim Biro Hukum KPK segera menangani situasi tersebut dan memastikan tidak ada penyalaan api di lingkungan gedung lembaga antirasuah tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menerangkan bahwa keberadaan kepulan asap pertama kali disadari oleh Tim Biro Hukum KPK pada pukul 11.25 WIB. Begitu mengetahui adanya kepulan asap di ruang baterai UPS, pihak internal KPK langsung menghubungi dinas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan sedini mungkin.
Pemicu Kepulan Asap di Gedung KPK
Setelah dilakukan penelusuran di lokasi, kepulan asap tersebut rupanya berasal dari sistem pemadam kebakaran (fire fighting system) gedung yang aktif merespons kondisi ruangan. Sistem proteksi tersebut mendeteksi asap yang diduga dari percikan api, padahal asap yang sebenarnya ada berasal dari aktivitas pengasapan (fogging) nyamuk.
Penjelasan GRIB Jaya soal Hercules di Lokasi Ricuh 27 Agustus Malam

Insiden tersebut diduga terjadi akibat human error yang membuat sistem fire fighting gedung otomatis merespons. Hal itu kemudian memicu keluarnya kepulan asap pekat yang sempat diperkirakan sebagai tanda kebakaran.
Damkar Pastikan Ruang Baterai UPS Aman
Petugas Damkar di lokasi, Taufik, menjelaskan bahwa informasi awal yang diterima timnya melaporkan adanya peristiwa kebakaran di ruang baterai UPS. Namun, ketika armada dan personel tiba di lokasi, seluruh baterai ditemukan dalam kondisi aman.
Taufik mengungkapkan bahwa regu pemadam sempat menggunakan breathing apparatus karena pekatnya kepulan asap saat melakukan penyisiran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung apakah ada titik api yang menyala di area ruangan.
Syarat Bencana Nasional Diubah MK, Ini Indikatornya

Setelah memeriksa unit baterai satu per satu, petugas memastikan tidak ada satu pun baterai yang terbakar. Asap yang memenuhi ruangan murni bersumber dari sistem proteksi gedung yang aktif merespons fogging nyamuk.
Sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran serta 15 personel dikerahkan untuk mengatasi kepulan asap tersebut. Budi Prasetyo memastikan bahwa setelah penanganan bersama selesai dilakukan, kondisi Gedung Merah Putih KPK dipastikan kembali aman dan kondusif.






