Pemerintah mengucurkan alokasi anggaran bantuan sosial pangan beras Bulog sebesar Rp17,52 triliun untuk program penyaluran reguler tahap kedua periode Juli hingga September 2026. Selain bantuan reguler tersebut, dana senilai Rp1,2 triliun juga disiapkan sepanjang 2026 guna memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam mengantisipasi dampak bencana alam.
Dalam pelaksanaannya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan beras CPP kepada keluarga penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia dengan rincian volume, anggaran, dan target sasaran yang telah ditetapkan.
Rincian Alokasi dan Target Bantuan Pangan Beras 2026
Penyaluran bantuan sosial pangan beras pada 2026 terbagi dalam beberapa skema penyaluran reguler serta alokasi khusus kedaruratan bencana:
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2025 Kemensos dan Ketentuan Penyalurannya

| Kategori Program | Alokasi Anggaran | Target Penerima / Volume | Keterangan Distribusi | | :--- | :--- | :--- | :--- | | Bantuan Pangan Beras Reguler Tahap II | Rp17,52 triliun | 33.244.408 penerima (997,2 ribu ton) | Periode Juli鈥揝eptember 2026 (10 kg per penerima untuk 3 bulan alokasi, disalurkan satu kali) | | Bantuan Pangan Reguler Tahap I | - | 33,14 juta KPM (664,88 ribu ton beras & 132,97 ribu kl minyak goreng) | Realisasi alokasi Februari鈥揗aret 2026 mencapai 99,7% sasaran | | Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Bencana | Rp1,2 triliun | Kesiapsiagaan nasional | Anggaran khusus antisipasi dampak bencana alam sepanjang 2026 | | Intervensi 5 Kabupaten Terdampak di NTT | Rp95,2 miliar | 6,8 ribu ton beras | Mobilisasi untuk Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo | | Cadangan Bencana Pascagempa Flores | - | 40.000 ton beras | Tambahan stok pengamanan masa tanggap darurat oleh Perum Bulog |
Basis Data dan Mekanisme Penyaluran Tahap Kedua
Pelaksanaan program bantuan pangan beras tahap kedua memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi ketiga yang diperbarui oleh Badan Pusat Statistik (BPS) per 10 Juli. Pembaruan data ini menjadi acuan Bulog dalam mendistribusikan total kuota 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta KPM secara nasional.
Hingga 21 Agustus 2026, total stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nasional tercatat berada pada angka 5,17 juta ton guna mendukung ketahanan pangan dan stabilitas distribusi beras ke seluruh daerah.
Ketentuan dan Syarat Pendaftaran Kartu Jakarta Pintar KJP Plus Dinas Pendidikan DKI

Realisasi Distribusi Daerah Terdampak Bencana
Untuk penanganan di wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), realisasi distribusi per 19 Agustus 2026 di lima kabupaten prioritas (Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo) telah menyerap:
- 990,3 ton beras dari skema alokasi dana bencana.
- 5,81 ribu ton beras dari alokasi bantuan pangan reguler.
Penyaluran beras bantuan pangan Bulog terus berjalan secara bertahap sesuai penugasan pemerintah guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan pangan masyarakat penerima manfaat.






