berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Allo Bank Catatkan Laba Bersih Rp 130 Miliar di Kuartal II-2026

Fitri KaraengDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Allo Bank Catatkan Laba Bersih Rp 130 Miliar di Kuartal II-2026
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

PT Allo Bank Indonesia Tbk dengan kode saham BBHI berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang stabil pada kuartal kedua tahun 2026. Perseroan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 130 miliar pada periode tersebut. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan bank dalam mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika perekonomian yang ada. Angka perolehan laba bersih ini tercatat mengalami pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Apabila dirinci lebih lanjut, laba bersih yang diraih oleh perseroan pada kuartal kedua tahun 2026 ini tumbuh sebesar 14 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Pada kuartal kedua tahun sebelumnya, laba bersih setelah pajak yang dikumpulkan oleh perseroan tercatat sebesar Rp 114 miliar. Secara kumulatif, tren positif ini turut berkontribusi pada total keuntungan yang diperoleh selama paruh pertama tahun ini. Plt. Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah, menyatakan bahwa secara keseluruhan, laba bersih Allo Bank mencapai Rp 234 miliar pada semester pertama tahun 2026, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resminya pada hari Jumat, 31 Juli 2026.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Menurut Ari Yanuanto Asah, pertumbuhan laba yang dicapai oleh perseroan ditopang secara langsung oleh peningkatan pada pendapatan operasional. Pendapatan operasional bank tercatat mengalami kenaikan sebesar 21 persen secara tahunan hingga mencapai angka Rp 533 miliar. Peningkatan pendapatan operasional ini bersumber dari dua komponen utama, yakni pendapatan bunga bersih serta pendapatan berbasis biaya yang berhasil dimaksimalkan oleh perusahaan selama periode kuartal kedua tahun 2026.

Baca Juga

Pendapatan Pertamina Geothermal Energy Capai 204,85 Juta Dolar AS pada Kuartal II 2026

Pendapatan Pertamina Geothermal Energy Capai 204,85 Juta Dolar AS pada Kuartal II 2026

Kinerja dari sisi pendapatan bunga bersih perbankan tercatat mampu tumbuh sebesar 10 persen secara tahunan menjadi Rp 393 miliar. Sementara itu, pertumbuhan yang jauh lebih pesat terlihat pada pendapatan berbasis biaya perseroan. Pendapatan berbasis biaya tersebut melonjak hingga 71 persen secara tahunan menjadi Rp 140 miliar. Kondisi pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran pinjaman yang tetap berjalan optimal meskipun di tengah kondisi makroekonomi yang dinilai cukup menantang bagi sektor perbankan.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, indikator profitabilitas lainnya juga menunjukkan perbaikan. Margin Bunga Bersih pada periode kuartal kedua tahun 2026 tercatat mengalami peningkatan menjadi 10,9 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan posisi Margin Bunga Bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar 10,4 persen. Peningkatan margin ini mencerminkan keberhasilan manajemen aset dan liabilitas yang efektif, terutama pada segmen Perbankan Ritel yang dikelola oleh perseroan.

Baca Juga

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Dari sisi fungsi intermediasi, momentum penyaluran kredit juga menunjukkan tren yang sangat baik. Hingga akhir tanggal 30 Juni 2026, total kredit yang disalurkan oleh perseroan tumbuh sebesar 28 persen secara tahunan menjadi Rp 9,547 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit ini didorong oleh peningkatan kinerja pada segmen Perbankan Ritel maupun Perbankan Wholesale. Ari Yanuanto Asah memaparkan bahwa dengan pencapaian penyaluran kredit tersebut, total aset Allo Bank naik 10 persen secara tahunan dan mencapai Rp 15,571 triliun, naik dari Rp 14,173 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Di tengah pertumbuhan penyaluran kredit yang berkelanjutan, perseroan tetap menunjukkan kedisiplinan dalam menjaga kualitas aset dan stabilitas kondisi keuangannya. Pengawasan kualitas aset terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang berada pada level terkendali. Rasio NPL Gross perseroan tercatat sebesar 1,73 persen, sedangkan rasio NPL Net berada di level 0,73 persen. Pada saat yang bersamaan, likuiditas bank juga terjaga dengan Dana Pihak Ketiga yang tetap stabil di angka Rp 5,826 triliun. Sebagai penutup, Ari Yanuanto Asah menegaskan bahwa selama tahun 2026, pihaknya akan mendorong pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi teknologi sehingga nasabah akan mampu melakukan personalisasi untuk mendapatkan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Laporan KeuanganKinerja PerbankanAllo BankBBHIPerbankan Ritel

Berita Terbaru Lainnya

Penyebab Utama Terjadinya Salah Paham Saat Berkomunikasi Menurut PsikologiPanduan Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Acara Zikir Kebangsaan 2026 di MonasKehadiran Leapmotor di Indonesia, Detail Harga B10, C10, dan Rencana Perakitan LokalFenomena Pagar Tinggi di Mal dan Gedung Jakarta, Benarkah Ada Potensi Kerusuhan?Persiapan Penumpang Naik TransBandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dengan Tarif BaruKasus Pemerasan di Pemalang dan Kejanggalan Pesan Terhapus Pegawai KPKDampak Pencurian Komponen Hidran di Jakarta dan Langkah Penanganan PemerintahIstilah Penting Ekosistem Inovasi Berkelanjutan Pemerintah Daerah

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MKNasional 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap