Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang kawasan di dekat Alaska pada Kamis (3/9). Peristiwa kegempaan tersebut dilaporkan secara resmi oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Berdasarkan data USGS, gempa utama tercatat terjadi pada pukul 11.17 UTC atau pukul 18.17 WIB. Pusat gempa berlokasi di 84 kilometer arah selatan-barat daya permukiman Nikolski, dengan kedalaman hiposentrum mencapai 35 kilometer. Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut.
Pada hari yang sama, para ahli seismologi turut mencatat adanya peristiwa gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,8. Gempa susulan ini terdeteksi berada di lokasi 92 kilometer arah selatan-barat daya Nikolski dengan kedalaman 22,4 kilometer.
Hadapi Situasi Darurat, Ini Barang yang Wajib Masuk Tas Siaga Bencana

Secara ilmiah, gempa bumi merupakan getaran atau guncangan di permukaan bumi yang dipicu oleh pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi. Fenomena ini dapat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik, aktivitas gunung api, hingga aktivitas manusia tertentu.
Gempa tektonik terjadi ketika tekanan yang terakumulasi di sepanjang patahan atau batas lempeng terlepas secara mendadak, lalu merambat sebagai gelombang seismik. Titik awal pelepasan energi di dalam bumi disebut hiposentrum, sedangkan titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum dikenal sebagai episentrum.
Dorong Pemulihan Warga NTT, dari Bantuan Darurat hingga Penguatan Ekonomi Lokal

Kekuatan gempa dinyatakan melalui magnitudo untuk menggambarkan besarnya energi yang terlepas, sementara intensitas mengukur kuatnya guncangan serta dampak yang dirasakan di suatu wilayah. Selain itu, gempa yang berpusat di dasar laut patut diwaspadai karena dapat memicu gelombang tsunami, terutama jika menimbulkan perpindahan atau perubahan dasar laut secara signifikan.






