Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Indeks komposit naik 72,11 poin atau 1,09 persen ke level 6.667,89, setelah pada penutupan sesi sebelumnya berada di posisi 6.595,78.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG bergerak di rentang 6.614,71 hingga 6.681,84 sepanjang hari transaksi. Aktivitas perdagangan pasar saham tergolong ramai dengan nilai transaksi harian mencapai Rp18,64 triliun. Total volume perdagangan menyentuh 40,79 miliar saham yang diperjualbelikan melalui frekuensi transaksi sebanyak 2,5 juta kali.
Kinerja pasar saham turut ditopang oleh derasnya aliran dana pemodal luar negeri. Investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp1,07 triliun di seluruh pasar. Khusus di pasar reguler, nilai beli bersih asing tercatat lebih tinggi, yakni menembus Rp1,11 triliun.
J.P. Morgan Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi RI 6 Persen di 2027 Tidak Mudah Dicapai

Saham Perbankan Jadi Incaran Utama
Saham sektor perbankan pelat merah dan swasta menjadi target utama akumulasi beli investor asing. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan nilai beli bersih asing terbesar, yakni mencapai Rp471,38 miliar dari total transaksi asing sebesar Rp1,04 triliun. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menempati peringkat ketujuh dengan catatan net buy asing sebesar Rp87,40 miliar dari total transaksi asing Rp176,42 miliar.
Selain BMRI dan BBNI, saham perbankan dan emiten berkapitalisasi pasar besar lainnya juga masuk dalam daftar incaran portofolio asing:
Likuiditas Perbankan Masih Ketat, Pertumbuhan Kredit Belum Merata

- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan net foreign buy Rp207,10 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) senilai Rp131,92 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp108,95 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) senilai Rp95,05 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) senilai Rp94,04 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) senilai Rp83,19 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp64,17 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) senilai Rp57,20 miliar
Dinamika Sektoral dan Sentimen Pasar
Kenaikan indeks didorong oleh penguatan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia. Sektor properti, barang konsumen primer, serta barang baku mencatatkan reli kenaikan tertinggi. Di sisi lain, hanya sektor barang konsumen non-primer dan sektor kesehatan yang terpantau melemah. Deretan saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, ASII, BMRI, AMMN, CPIN, dan BBRI bertindak sebagai penopang utama indeks sepanjang hari.
Pergerakan bursa domestik berlangsung di tengah sentimen kebijakan dalam negeri, termasuk penegasan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti yang memprioritaskan stabilitas ekonomi nasional untuk periode 2026–2031. Meski demikian, dinamika pasar ekuitas global saat ini masih dibayangi eskalasi ketegangan konflik Amerika Serikat-Iran serta tingginya imbal hasil (yield) obligasi global.






