berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Likuiditas Perbankan Masih Ketat, Pertumbuhan Kredit Belum Merata

Sri NugrohoDiterbitkan 3 Sep 2026 - 23.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Likuiditas Perbankan Masih Ketat, Pertumbuhan Kredit Belum Merata
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan nasional menunjukkan akselerasi pada awal paruh kedua tahun ini, namun distribusinya belum merata ke seluruh kelompok usaha. Di saat bersamaan, industri perbankan masih menghadapi kondisi likuiditas yang relatif ketat akibat laju penghimpunan simpanan yang belum mengimbangi permintaan pembiayaan.

Data per Juli 2026 mencatat pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai 13,58% secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan capaian bulan sebelumnya sebesar 12,7%. Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) per Juni 2026 tumbuh 10,2% yoy. Perbedaan laju ekspansi ini menempatkan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan di kisaran 88%, mencerminkan ruang likuiditas yang masih terbatas.

Penyaluran Kredit Didominasi Korporasi

Ketimpangan penyaluran kredit terlihat dari kontribusi masing-masing sektor. Segmen korporasi mendominasi laju pertumbuhan kredit perbankan dengan ekspansi signifikan yang menyentuh angka sekitar 20%.

Baca Juga

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Kondisi berbeda terjadi pada segmen konsumer serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang pertumbuhannya masih relatif melambat. Selain laju pembiayaan yang tertahan, segmen UMKM dan ritel juga mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tertinggi dibandingkan segmen debitur lainnya.

Dinamika Simpanan dan Prospek Likuiditas

Dari sisi pendanaan, data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan kenaikan simpanan bernilai tinggi menjadi penopang utama pertumbuhan DPK, khususnya pada kelompok rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar.

Baca Juga

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Ketatnya likuiditas pada periode ini juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dan neraca eksternal. Kinerja perdagangan Indonesia sempat membukukan defisit pada Mei dan Juni, yang kemudian diperberat oleh terjadinya aliran modal keluar (capital outflow).

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan tekanan likuiditas perbankan akan mereda secara bertahap. Normalisasi kondisi likuiditas tersebut diperkirakan terjadi seiring berjalannya dukungan kebijakan dari pemerintah, baik melalui instrumen fiskal maupun pelonggaran kebijakan moneter.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank MandiriKredit UMKM

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap