Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia saat ini tengah dalam proses menyusun laporan keuangan perdananya. Sebagai informasi, laporan keuangan perdana Danantara belum diterbitkan karena seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang dikonsolidasikan ke dalam satu laporan keuangan untuk pertama kalinya. Berikut adalah rangkuman informasi seputar proses penyusunan laporan keuangan BPI Danantara Indonesia beserta perkembangan restrukturisasi BUMN yang sedang berlangsung.
Mengapa laporan keuangan perdana BPI Danantara Indonesia belum diterbitkan?
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi BPI Danantara Indonesia masih terus berlangsung dan membutuhkan waktu. COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa laporan keuangan perdana belum terbit karena untuk pertama kalinya seluruh BUMN disusun dalam satu laporan keuangan konsolidasi. Sebelum pembentukan Danantara, masing-masing perusahaan milik negara menyusun laporan keuangannya secara terpisah. Oleh karena itu, penggabungan seluruh laporan keuangan ke dalam satu entitas tunggal memerlukan proses yang komprehensif.
Apa saja tahapan teknis yang harus dilewati dalam penggabungan laporan keuangan tersebut?
Proses konsolidasi ini mewajibkan Danantara untuk menggabungkan laporan keuangan seluruh BUMN ke dalam satu entitas. Dalam prosesnya, Danantara harus mengeliminasi transaksi yang terjadi antarperusahaan BUMN. Langkah eliminasi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya pencatatan ganda atas aset maupun transaksi. Sebagai contoh, holding konsolidasi Danantara mencakup berbagai entitas besar seperti Pertamina, Bank Mandiri, dan PLN. Transaksi yang melibatkan perusahaan-perusahaan tersebut harus disesuaikan agar pencatatan keuangannya akurat dan tidak tercatat ganda.
Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US$454,8 M di Juli

Siapa saja pihak independen dan lembaga negara yang terlibat dalam penyusunan laporan ini?
Dalam memastikan standar pelaporan berjalan sesuai ketentuan, Danantara berkolaborasi dengan konsultan keuangan dari kelompok Big Four, yaitu Deloitte, PwC, EY, dan KPMG. Para konsultan ini bertugas membantu Danantara dalam menyusun bagan akun atau chart of accounts. Selain itu, laporan keuangan Danantara juga sedang menjalani proses pra-audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keterlibatan BPK dan konsultan Big Four ini bertujuan untuk memastikan bahwa Danantara menyusun laporan keuangan penuh, bukan sekadar laporan tahunan perusahaan.
Apakah laporan keuangan masing-masing BUMN masih dapat diakses oleh publik?
Meskipun laporan keuangan konsolidasi masih dalam tahap penyusunan dan pra-audit, laporan keuangan individu dari masing-masing BUMN tetap dapat diakses secara terpisah. Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN, menyampaikan keterangan tersebut saat berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (31/7). Dengan demikian, informasi keuangan dari tiap perusahaan BUMN tetap tersedia bagi pihak yang membutuhkannya.
Karangan Bunga Penuhi Kemenkeu, Sambut Menkeu Baru Suahasil Nazara

Bagaimana pengaruh restrukturisasi entitas BUMN terhadap proses konsolidasi Danantara?
Proses penyusunan laporan keuangan ini sejalan dengan program pemerintah dalam menata ulang jumlah entitas BUMN di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa terdapat 1.077 entitas BUMN pada saat dirinya mulai menjabat. Pemerintah saat ini menargetkan untuk mengurangi jumlah entitas BUMN tersebut menjadi maksimal 350 entitas pada akhir tahun 2026. Penurunan jumlah ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis. Hingga akhir Juli, sekitar 250 entitas BUMN telah dikonsolidasikan atau ditutup. Selanjutnya, pemerintah berencana untuk merapikan sekitar 700 entitas BUMN lainnya hingga akhir tahun 2026.
Kapan proses konsolidasi dan audit laporan keuangan ini diperkirakan selesai?
Hingga saat ini, proses konsolidasi dan audit masih terus berjalan. Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengonfirmasi bahwa publikasi laporan keuangan perdana tersebut masih menunggu rampungnya proses konsolidasi seluruh entitas BUMN serta audit yang sedang berlangsung. Danantara memastikan bahwa seluruh tahapan ini diselesaikan dengan cermat agar laporan keuangan penuh yang dihasilkan memenuhi standar pelaporan yang tepat.






