Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendistribusikan 550 paket selimut dan alas tidur bagi masyarakat yang mengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan logistik kebutuhan darurat ini disalurkan ke sejumlah titik pengungsian yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Manggarai.
Perwakilan Baznas RI, Idy Muzayyad, menyatakan bahwa penyaluran logistik tersebut difokuskan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan warga di tenda pengungsian. Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 355 paket dialokasikan untuk Kabupaten Nagekeo. Sementara itu, 145 paket didistribusikan ke Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, dan 50 paket lainnya diserahkan kepada warga di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai.
Kebakaran Ruko di Asemka Jakbar dalam Proses Pendinginan

Penyaluran bantuan ini dilakukan guna meringankan beban ribuan penyintas setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda kawasan NTT. Berdasarkan catatan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini mengakibatkan 135 orang meninggal dunia, dengan akumulasi total korban jiwa mencapai 136 orang yang mencakup 88 korban meninggal tidak langsung.
Selain mendistribusikan selimut dan alas tidur, layanan darurat Baznas di NTT telah menyalurkan 79.450 porsi makanan melalui 14 titik dapur umum, fasilitas dapur air di 8 titik, serta pengobatan bagi 619 pasien di 9 pos pelayanan kesehatan. Dukungan logistik lain yang telah diberikan meliputi 1.083 Paket Logistik Keluarga, 553 paket kebersihan (hygiene kit), 51 lembar terpal, fasilitas internet dan pengisian daya gawai darurat, serta pendampingan psikososial bagi 135 warga.
Kemendikdasmen Segera Buka Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan SILN-CLC 2026

Untuk mendukung pemulihan awal, infrastruktur darurat seperti 5 unit hunian sementara (huntara), 4 masjid, 1 sekolah, dan 1 jembatan darurat juga turut dibangun di lokasi terdampak. Di sisi lain, pemerintah telah memasok 2.165 ton logistik bantuan serta menyiapkan skema stimulan perbaikan rumah sebesar Rp15 juta untuk kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang.






