Sebanyak 51.591 rumah terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah selesai menjalani proses verifikasi dan validasi (verivali). Data pemutakhiran per Selasa (8/9) tersebut mencakup sekitar 50,39 persen dari total 102.384 unit rumah yang sebelumnya masuk dalam basis data awal pascagempa.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, tingkat kerusakan unit hunian terbagi ke dalam beberapa kategori. Sebanyak 2.382 unit rumah terdata mengalami rusak berat, 7.276 unit mengalami rusak sedang, dan 14.177 unit tercatat mengalami rusak ringan. Sementara itu, 27.756 unit rumah lainnya yang masuk dalam laporan awal dinyatakan tidak mengalami kerusakan (TMK).
WMO Peringatkan Ancaman Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Terhadap Kualitas Udara Global

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah setempat terus mempercepat proses pemutakhiran data. Langkah ini difokuskan pada penyandingan data berbasis nama dan alamat (by name by address/BNBA), penanganan catatan data ganda, serta verifikasi terhadap data tambahan atau susulan dari wilayah terdampak.
Keliru, Erupsi Anak Krakatau Picu Darurat Tsunami Selat Sunda

Selain validasi kerusakan fisik hunian warga, BNPB mendampingi pemerintah daerah dalam merumuskan dokumen strategis pemulihan, yaitu Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Percepatan ini mendesak mengingat dua pekan pascagempa NTT, sebanyak 188.161 warga dilaporkan masih berada di lokasi pengungsian.






