Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung lokasi penanganan kebakaran di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, pada Selasa (8/9) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Langkah tanggap darurat ini dilakukan menyusul laporan sedikitnya 12 titik kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.
Salah satu kebakaran terbesar terjadi pada area pertanian dan perladangan yang berbatasan langsung dengan TPA Galuga. Api mulai membakar kawasan tersebut sejak Senin (7/9) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga Selasa (8/9) pukul 05.00 WIB, kobaran api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya akibat kendala akses medan dan ketersediaan air di lapangan.
Sido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp510 Juta untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Petugas pemadam kebakaran memfokuskan operasi penyekatan guna mencegah rambatan api memasuki area inti pembuangan sampah serta permukiman warga di sekitarnya. Kondisi vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau panjang mempercepat penyebaran api sekaligus mempersulit upaya pendinginan. Dampak kekeringan ini juga telah memicu krisis air bersih di beberapa titik Kabupaten Bogor.
Rudy Susmanto mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu titik api baru di tengah cuaca kering. "Kita selalu menghimbau kepada masyarakat jangan membakar sampah sembarangan, jangan membuang puntung rokok sembarangan," tegasnya.
Puan Minta Dugaan Lahan Bekas Kebakaran Hutan Jadi Kebun Sawit Diselidiki

Selain kebakaran lahan di kawasan Galuga, insiden kebakaran di wilayah Bogor juga menimpa Ponpes Al Falakiyah Pagentongan. Kejadian tersebut menyebabkan 56 santri terdampak, dengan sebagian besar korban mengalami gangguan sesak napas akibat kepulan asap pekat dari kasur busa yang terbakar.






