Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan narasi ramalan gempa besar yang diklaim akan melanda Indonesia. Menanggapi tayangan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dalam rekaman video yang viral, seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald menyatakan bahwa Indonesia akan dihantam gempa berkekuatan magnitudo 7 hingga magnitudo 9. Pria dalam video itu dinarasikan sebagai seorang ahli meteorologi dan bencana dari Kanada.
Sido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp510 Juta untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi secara tepat. Hingga saat ini, belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu dan lokasi terjadinya gempa bumi secara akurat. Jika ada ramalan gempa yang dinilai tepat dengan suatu peristiwa, hal tersebut murni merupakan kebetulan semata.
Secara geografis dan geologis, wilayah Indonesia memang tergolong rawan bencana karena adanya ancaman sumber gempa megathrust serta keberadaan sesar-sesar aktif di berbagai daerah. Rata-rata kejadian gempa dengan magnitudo di atas 7,0 di Indonesia mencapai dua kali dalam setahun. Pada tahun 2026 hingga Agustus, Indonesia tercatat telah mengalami dua kali gempa berkekuatan lebih dari M 7,0, yaitu di kawasan Flores dan Maluku Utara.
Puan Minta Dugaan Lahan Bekas Kebakaran Hutan Jadi Kebun Sawit Diselidiki

Mengingat kondisi tektonik tersebut, sosialisasi kesiapsiagaan terus dilakukan dan masyarakat diminta tetap merujuk pada kanal informasi resmi BMKG serta tidak menelan mentah-mentah ramalan bencana yang tidak memiliki dasar ilmiah.






