Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional tercatat melandai ke level 4,65 persen. Kendati demikian, persoalan ketenagakerjaan masih membayangi kelompok usia produktif lantaran sekitar 67 persen atau setara 4,8 juta orang dari total penganggur nasional didominasi oleh generasi muda.
Guna menjembatani ketimpangan keterampilan dan membuka akses pasar kerja, pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026. Skema ini diarahkan langsung oleh Presiden sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi pada semester kedua tahun 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa stimulus pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, terutama di sektor-sektor strategis baru.
Target 340 Ribu Peserta dan Realisasi Pelatihan
Program Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 membidik total 340.000 peserta. Komposisinya terbagi atas 70.000 peserta yang didanai melalui alokasi APBN reguler serta 270.000 peserta yang dibiayai lewat stimulus ekonomi semester II-2026.
Ekosistem Seni Taman Ismail Marzuki Diperkuat melalui Paviliun Raden Saleh

Hingga Agustus 2026, realisasi kepesertaan telah mencapai 89.337 orang. Pemerintah juga baru saja menggelar Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV yang dilaksanakan serentak dengan melibatkan 12.128 peserta.
Langkah peningkatan kompetensi ini berjalan beriringan dengan laju investasi nasional. Sepanjang Semester I-2026, realisasi investasi mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan (YoY). Angka ini telah memenuhi 49,5 persen dari target tahunan dan berhasil menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.
Penyesuaian Keterampilan untuk Transisi Ekonomi Hijau
Selain menyerap tenaga kerja di sektor manufaktur konvensional, program pelatihan diarahkan untuk mengantisipasi transisi ekonomi hijau. Sektor ini menciptakan kebutuhan terhadap keahlian teknis baru yang selama ini belum banyak dipenuhi oleh sistem pendidikan formal, seperti teknisi panel surya, teknisi turbin, hingga pengelola pertanian presisi (smart farming).
Puasa Senin Kamis Niat, Waktu, Manfaat dan Keutamaannya

Pemerintah memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja teknis ini akan melonjak seiring rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya hingga kapasitas 100 GW. Sebagai gambaran, kapasitas listrik nasional saat ini berada di kisaran 88 GW, sementara kemampuan produksi modul surya di dalam negeri telah mendekati 11 GW.
Optimalisasi vokasi diharapkan dapat menyelaraskan pertumbuhan investasi dengan ketersediaan tenaga kerja terampil domestik, sekaligus menekan angka pengangguran usia muda secara berkelanjutan.






