berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Purbaya Buka Suara Soal Keterlambatan Restitusi Pajak dan Risiko PHK

Fitri KaraengDiterbitkan 3 Sep 2026 - 00.39 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Purbaya Buka Suara Soal Keterlambatan Restitusi Pajak dan Risiko PHK
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan mengenai penyebab lambatnya proses pengembalian kelebihan bayar pajak atau restitusi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Keluhan terkait lambatnya proses pencairan tersebut sebelumnya datang dari kalangan pengusaha yang menyoroti kendala administratif dalam prosedur perpajakan.

Saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (2/9/2026), Purbaya mengakui bahwa prosedur pengembalian restitusi pajak saat ini memang dirasakan lebih rumit dibandingkan periode sebelumnya. Kendati demikian, kerumitan tersebut terjadi karena otoritas berupaya memperketat pengawasan demi mencegah potensi penyimpangan dalam proses restitusi.

"Mungkin memang prosedurnya lebih rumit dari sebelumnya kita pastikan enggak ada permainan di pajaknya," ujar Purbaya.

Baca Juga

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Purbaya memastikan bahwa DJP akan terus berupaya mencari jalan keluar terbaik agar alur restitusi pajak tetap berjalan efektif dan transparan, sekaligus memastikan tidak adanya celah permainan dari oknum aparat perpajakan atau fiskus di lapangan.

Persoalan lambatnya pencairan restitusi ini sebelumnya diangkat oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rapat kerja bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Agus mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengenai keterlambatan restitusi yang berdampak langsung pada terganggunya arus kas (cash flow) operasional perusahaan.

Baca Juga

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebenarnya telah merencanakan pertemuan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas dan menyelesaikan hambatan dalam penyaluran restitusi. Namun, Purbaya menyebutkan bahwa hingga saat ini agenda pertemuan antara kedua kementerian tersebut belum terlaksana.

Keterlambatan proses restitusi pajak ini turut memicu kekhawatiran dari pihak legislatif. Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati menyoroti dampak tersendatnya pengembalian hak wajib pajak tersebut, yang berpotensi memicu risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pekerja di Jawa Timur akibat tekanan finansial yang dihadapi pelaku usaha.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian KeuanganPurbaya Yudhi SadewaDirektorat Jenderal PajakRestitusi Pajak

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap