Pemerintah mencatat penghematan anggaran negara hingga triliunan rupiah melalui optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN). Hingga Juli 2026, sebanyak 1.121 BMN telah dialokasikan dan dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, yang membuahkan efisiensi biaya sebesar Rp7,67 triliun.
Pemanfaatan aset negara tersebut tersebar di sejumlah program strategis. Sebanyak 688 BMN dialokasikan guna menunjang operasional dan keberadaan 166 unit Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.
Selain sektor pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memanfaatkan 358 BMN yang mencakup aset tanah dan/atau bangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134 BMN telah memperoleh persetujuan sewa untuk mendukung kelancaran fasilitas penyediaan pangan bergizi tersebut.
Adapun untuk sektor perumahan, pemerintah menetapkan dukungan BMN bagi program 3 Juta Rumah pada 10 lokasi dengan total luas lahan mencapai 138,85 hektare.
WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

Penekanan Belanja Modal dan Biaya Pemeliharaan
Optimalisasi aset yang sebelumnya belum terpakai difokuskan untuk mengurangi beban pengeluaran negara. Langkah ini dinilai efektif dalam menghemat alokasi belanja modal serta memangkas biaya pemeliharaan aset yang tidak produktif.
Dengan menggunakan aset yang sudah dimiliki negara, kementerian dan lembaga terkait tidak perlu melakukan pengadaan lahan atau bangunan baru dalam merealisasikan program kerja pemerintah.
Target Utilisasi dan Prioritas Nasional 2027
Menatap tahun 2027, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menargetkan utilisasi sebanyak 7.611 BMN. Guna menunjang kinerja pengelolaan tersebut, DJKN merencanakan pengembangan empat aplikasi inti serta perumusan 15 rekomendasi untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
Bareskrim Tangkap 6 Pelaku Sebar Konten Porno Lewat TikTok dan Tevi

Dukungan DJKN terhadap agenda prioritas nasional diarahkan pada penyediaan rekomendasi aset potensial bagi fasilitas Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan sarana program Makan Bergizi Gratis.
Ke depan, pengelolaan kekayaan negara juga disiapkan untuk menopang kebutuhan perumahan rakyat, penguatan kemandirian energi, percepatan hilirisasi industri, hingga pemberdayaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.






