Tim SAR gabungan memperluas jangkauan operasi pencarian terhadap sebuah kapal cepat (speedboat) yang membawa rombongan lima jurnalis di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kedua pada Rabu (9/9), wilayah penyisiran kini mencakup kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, Pulau Sebesi, hingga perairan Pulau Legundi di Lampung.
Operasi lanjutan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut membagi kekuatan ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat pelacakan.
Pembagian Wilayah Operasi dan Pengerahan Alutsista
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator, Al Amrad, menjelaskan pengerahan empat unit penyisiran laut:
- SRU 1: Menyisir lintasan sejauh 68,3 mil laut (NM) menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan jarak antarjalur (spacing) 3 NM.
- SRU 2: Melakukan penyisiran 69,5 NM menggunakan KAL Anyer dengan spacing 3 NM.
- SRU 3: Mengerahkan RIB 01 Lampung untuk rute pencarian sepanjang 67 NM dengan kerapatan spacing 1 NM.
- SRU 4: Mengoperasikan RIB 02 Banten guna menyisir langsung perairan di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Selain kapal utama dan kapal cepat dari Basarnas serta TNI AL, operasi ini diperkuat armada kepolisian dari Polda Lampung dan Ditpolairud Baharkam Polri, meliputi KP.XXV-1001, KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang, KP HAYABUSA 3008, serta KP Sanjaya. Dukungan darat dan udara melibatkan mobil penyelamat (rescue car), truk personel, peralatan medis dan komunikasi, hingga drone thermal.
Gas 3 Kg Meledak di Warteg Tambora Jakbar, Seorang Pria Luka Bakar

Operasi gabungan ini melibatkan Basarnas Banten, Basarnas Lampung, USS Pandeglang, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat. Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan kecepatan angin selatan ke utara berkisar 14 knot dan tinggi gelombang antara 0,4 hingga 1 meter.
Kronologi Hilang Kontak
Insiden bermula ketika rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik koordinat terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi sepenuhnya terputus pada pukul 15.04 WIB dan kapal tidak kunjung kembali ke dermaga.
Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Ada Puluhan Gempa Low Frequency

Total delapan orang berada di dalam kapal tersebut. Tiga di antaranya merupakan kru dan pemandu lokal, yaitu Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu wisata.
Adapun lima jurnalis yang berada di dalam kapal cepat meliputi pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis lepas).






