Investor perempuan tercatat mendominasi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) ritel di Indonesia. Data kepemilikan instrumen investasi berbasis utang pemerintah ini menunjukkan porsi perempuan konsisten melampaui laki-laki, baik pada penerbitan Surat Utang Negara (SUN) konvensional maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Dominasi tersebut terlihat jelas pada penerbitan sejumlah seri SBN ritel sepanjang 2025 hingga 2026. Pada instrumen SUN seri ORI027 di tahun 2025, misalnya, dari 86.624 investor yang berpartisipasi, sebanyak 58 persen merupakan perempuan, sedangkan laki-laki mengisi 42 persen sisanya. Pola serupa berlanjut pada seri ORI028 yang menghimpun 38.355 investor dengan porsi 58,44 persen perempuan dan 41,56 persen laki-laki, serta Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR014 dengan 51.198 investor yang mencatatkan 58 persen investor perempuan berbanding 42 persen laki-laki.
Memasuki 2026, tren penguasaan oleh investor perempuan tetap bertahan stabil. Pada seri ORI029 yang menarik 42.612 investor, tercatat 57,86 persen di antaranya adalah perempuan dan 42,14 persen laki-laki. Jumlah keterlibatan investor perempuan kian menonjol pada seri ORI030 yang menjaring 102.546 pembeli, dengan komposisi perempuan mencapai 57,75 persen dan laki-laki 42,15 persen.
IHSG Dibuka Menguat 0,22% Tembus Level Psikologis 6.700

Penetrasi di Sukuk Tabungan dan Profil Generasi
Kecenderungan yang sama terjadi pada instrumen SBSN ritel atau sukuk tabungan. Pada 2025, seri ST014 mencatat 84.175 investor dengan proporsi perempuan sebesar 57,43 persen dan laki-laki 42,57 persen. Sementara pada 2026, sukuk tabungan seri ST016 mencatatkan 81.667 investor dengan persentase perempuan mencapai 58,74 persen berbanding 41,26 persen laki-laki.
Selain dominasi gender perempuan, kelompok usia milenial menjadi penggerak utama pasar SBN ritel secara keseluruhan. Berdasarkan profil demografi pada seri ORI027, generasi milenial memegang porsi terbesar dengan 45,9 persen, disusul Generasi X sebesar 31,5 persen, dan Baby Boomers sebanyak 17,1 persen. Sementara itu, kelompok Generasi Z mencatatkan porsi 4,5 persen dan kelompok tradisionalis berkontribusi sebesar 1 persen.
Wow! 38 Ribu Emak-Emak RI Pegang Surat Utang Ritel Negara

Dari sisi nilai penerbitan, pemerintah mencatatkan total penerbitan SUN ritel sebesar Rp67,78 triliun, sementara penerbitan SUN ritel pada 2026 hingga Agustus telah menyentuh Rp54,44 triliun. Adapun untuk SBSN ritel, realisasi penerbitan mencapai Rp84,93 triliun pada 2025 dan tercatat sebesar Rp40,11 triliun pada 2026.






