Partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel menunjukkan keterlibatan beragam kelompok profesi, termasuk kalangan ibu rumah tangga. Data kepemilikan instrumen berbasis Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencatat puluhan ribu ibu rumah tangga aktif menempatkan dana pada surat utang terbitan pemerintah.
Sepanjang tahun 2025, total investor ritel yang memegang SBN ritel tercatat mencapai 428.364 orang. Dari jumlah tersebut, kelompok pegawai swasta mendominasi profil investor dengan total 146.714 orang, disusul oleh kalangan wiraswasta sebanyak 79.051 orang.
Kelompok ibu rumah tangga menempati posisi ketiga terbanyak pada 2025 dengan jumlah mencapai 38.945 orang. Angka ini berada di atas kelompok aparatur sipil negara bersama TNI dan Polri (ASN/TNI/Polri) yang tercatat sebanyak 35.595 orang, sementara kategori investor lainnya mencapai 127.969 orang.
IHSG Dibuka Menguat 0,22% Tembus Level Psikologis 6.700

Dari sisi nilai pembiayaan pada 2025, realisasi penerbitan instrumen ritel terbagi ke dalam dua kelompok utama. Total penerbitan SUN ritel mencapai Rp67,78 triliun, sedangkan penerbitan SBSN ritel membukukan nilai yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp84,93 triliun.
Pergeseran Komposisi hingga Agustus 2026
Memasuki tahun 2026, penghimpunan dana dan partisipasi investor ritel terus berlanjut. Hingga posisi Agustus 2026, total investor ritel yang tercatat memegang instrumen surat utang negara mencapai 289.056 orang.
Pegawai swasta masih menjadi kontributor terbesar dengan 100.163 investor, diikuti oleh wiraswasta sebanyak 47.603 investor. Namun, susunan peringkat ketiga mengalami pergeseran dibandingkan tahun sebelumnya.
Perempuan RI Kuasai Surat Utang Ritel Negara

Pada periode hingga Agustus 2026, kelompok ASN/TNI/Polri menempati urutan ketiga dengan jumlah 25.854 investor. Pada saat yang sama, jumlah investor dari kalangan ibu rumah tangga tercatat berada pada angka yang identik, yaitu sebanyak 25.854 orang.
Sementara itu, kinerja penerbitan instrumen ritel sepanjang 2026 mencatatkan volume SUN ritel sebesar Rp54,44 triliun. Adapun untuk penerbitan SBSN ritel pada periode yang sama telah mencapai sekitar Rp40,11 triliun.






