PT XTB Indonesia Berjangka resmi menambah portofolio instrumen perdagangannya dengan meluncurkan produk Contract for Difference (CFD). Langkah ekspansi produk ini direalisasikan setelah perusahaan mengantongi persetujuan regulasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
Melalui penambahan fitur anyar di aplikasi XTB, para pemodal di Indonesia kini dapat memperdagangkan kontrak derivatif komoditas secara langsung. Instrumen CFD yang tersedia mencakup emas, perak, minyak, paladium, hingga gas alam. Kehadiran produk berbasis komoditas ini melengkapi katalog investasi XTB yang sebelumnya telah mencakup lebih dari 650 saham Amerika Serikat, ETF global, serta fitur Investment Plan untuk perencanaan dana jangka panjang.
Direktur Utama PT XTB Indonesia Berjangka, Jodhi Gahara Aji, menyampaikan bahwa perluasan portofolio ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan diversifikasi para nasabah di pasar modal dan komoditas.
Onderdil Mobil Lawas Makin Langka, Barang Copotan Jadi Penyelamat

Perbedaan Karakteristik Risiko dan Langkah Edukasi
Meskipun membuka akses pasar yang lebih fleksibel, CFD beroperasi dengan skema derivatif menggunakan daya ungkit (leverage). Mekanisme ini menghadirkan profil imbal hasil sekaligus tingkat risiko kerugian yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan kepemilikan aset riil pada instrumen saham atau ETF.
Menyadari eksposur volatilitas tersebut, manajemen XTB menyertakan modul edukasi dan kursus interaktif langsung di dalam aplikasi. Fasilitas pembelajaran ini dirancang agar pengguna memahami cara kerja mekanis leverage serta manajemen risiko sebelum mengeksekusi transaksi kontrak berjangka.
Lonjakan Nasabah dan Pengawasan Regulasi
Ekspansi lini produk ini berlangsung di tengah pertumbuhan basis pemodal XTB di tanah air. Pada paruh pertama 2026 (H1 2026), jumlah akun yang terdanai (funded accounts) di XTB Indonesia tercatat melonjak hingga 741,51 persen dibandingkan periode H2 2025. Bersamaan dengan itu, posisi deposit bersih kumulatif perusahaan naik 600 persen per Juni 2026 dibanding posisi Desember 2025.
IHSG Berpotensi Sideways di 6.450-6.570, Investor Cermati Pergerakan Rupiah

CEO XTB, Omar Arnaout, menuturkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar dengan potensi pertumbuhan paling menjanjikan bagi ekspansi global XTB. Secara internasional, aplikasi investasi tersebut telah melayani hampir 3 juta nasabah.
Di tingkat domestik, operasional PT XTB Indonesia Berjangka berada di bawah kerangka kepatuhan dan pengawasan lintas otoritas, meliputi BAPPEBTI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia.






