Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Rabu (26/8). Pelaku pasar kini menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah dan potensi kelanjutan aksi jual setelah bursa saham domestik terkoreksi pada sesi sebelumnya.
Berdasarkan analisis Phintraco Sekuritas, IHSG berpeluang bergerak dalam rentang konsolidasi 6.450 hingga 6.570. Secara teknikal, pergerakan indeks masih bertahan di atas garis MA100 dengan histogram MACD yang berada di area positif. Di sisi lain, indikator Stochastic RSI menunjukkan posisi yang mulai mendekati area jenuh beli (overbought).
Sementara itu, riset MNC Sekuritas mencatat bahwa pelemahan indeks sebelumnya disertai oleh kemunculan tekanan jual. Posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c), dengan area koreksi jangka pendek yang perlu dicermati pada kisaran 6.429 hingga 6.453. Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk diperhatikan, yakni ANTM, PGAS, PTBA, dan TINS.
Onderdil Mobil Lawas Makin Langka, Barang Copotan Jadi Penyelamat

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (24/8), IHSG turun 0,37 persen dan berakhir di posisi 6.501,67. Indeks sejatinya sempat menguat di awal sesi, namun berbalik ke teritori negatif hingga penutupan pasar akibat tekanan aksi ambil untung (profit taking) dan pelemahan mata uang rupiah.
Koreksi pada awal pekan tersebut didorong oleh penurunan di sejumlah sektor, dengan sektor properti mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,67 persen. Sebaliknya, sektor basic material menjadi satu-satunya sektor yang berhasil bertahan di zona hijau dengan penguatan 1,38 persen.
Klarifikasi Kemenko Perekonomian soal 'Emas di Bawah Bantal' 1.800 Ton

Faktor nilai tukar turut membayangi langkah IHSG setelah kurs rupiah terdepresiasi 0,11 persen ke level Rp 17.712 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring koreksi mayoritas mata uang kawasan Asia yang tertekan oleh penguatan dolar AS, kendati harga minyak mentah global tercatat mengalami penurunan.






