Aktivitas kegempaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlanjut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan di NTT tembus 7.492 kejadian berdasarkan pemutakhiran data hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Dari total ribuan gempa susulan tersebut, BMKG melaporkan magnitudo terbesar yang tercatat berada pada kekuatan M 6,2, sedangkan magnitudo terkecil mencapai M 1,0. Sebanyak 33 kejadian gempa memiliki kekuatan di atas magnitudo 5, dan 143 getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh warga sekitar.
Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah Saat Gempa M 5,0 Guncang Flores

Rentetan gempa bumi ini mengakibatkan dampak kerusakan serta korban jiwa di sejumlah wilayah NTT. Hingga saat ini, total korban tewas akibat gempa mencapai 103 orang.
Korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41 orang, disusul Manggarai Timur 34 orang, dan Nagekeo 13 orang. Wilayah lain yang turut mencatatkan korban jiwa meliputi Sikka dengan 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, serta Manggarai Barat 1 orang.
PP Semmi Serukan Demokrasi Damai dan Tolak Provokasi Pemecah Belah

Selain korban tewas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lonjakan jumlah korban luka-luka. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan adanya penambahan 63 korban luka, sehingga akumulasi korban luka yang tercatat oleh otoritas penanganan bencana mencapai 1.666 orang.






