Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan merosot tajam akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bahkan menyentuh kategori berbahaya bagi kesehatan warga. Menanggapi ancaman polusi asap yang kian meluas, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong penanganan terpadu di tingkat tapak yang menyasar langsung kondisi hidrologis lahan gambut.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono meminta pemerintah daerah segera membangun sekat kanal di kawasan gambut yang rentan terbakar. Langkah ini dinilai mendesak untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus memperkuat efektivitas pemadaman api yang selama ini berlangsung.
KLH menekankan bahwa penanggulangan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penyiraman udara (water bombing), pembuatan sumur bor, atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penanganan tersebut disarankan berjalan beriringan dengan pembangunan sekat kanal, khususnya pada ekosistem gambut dengan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) yang berada di bawah 40 sentimeter.
Revaldo yang Tak Pernah Kapok di Kasus Narkoba, Kini Kembali Ditetapkan Jadi Tersangka

KLH sendiri telah memetakan sejumlah titik rawan yang diprioritaskan untuk pembangunan sekat kanal. Melalui skema tersebut, proses pemadaman lahan gambut tidak sekadar menyasar api di permukaan, melainkan juga membasahi lapisan bawah tanah guna mencegah api sekam terus merambat.
Agar pembangunan infrastruktur tata kelola air ini berjalan lancar di lapangan, Diaz meminta dinas lingkungan hidup di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota serta perangkat desa untuk menjalin dialog terbuka bersama warga. Komunikasi langsung ke masyarakat dinilai krusial untuk mencegah terjadinya penolakan selama proses pengerjaan sekat kanal.
Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Pantauan KLH menunjukkan lonjakan pencemaran udara yang signifikan di beberapa kabupaten dan kota terdampak karhutla. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 26 Agustus pukul 09.00 WIB, kualitas udara di Palangka Raya melonjak drastis hingga menyentuh angka 638, sementara Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, mencatat ISPU 303. Kedua angka tersebut menempatkan kualitas udara di wilayah terkait pada tingkat berbahaya.
NTT Dilanda Gempa Lagi M 4,6, Kali Ini di Ruteng Manggarai

Selain kedua daerah tersebut, beberapa wilayah lain tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat. Di antaranya Kabupaten Pontianak Tenggara di Kalimantan Barat dengan ISPU 243, disusul Kabupaten Gunung Mas (232) dan Kabupaten Katingan (232) di Kalimantan Tengah, serta Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Sumatra Selatan dengan angka 219.
Melihat tingginya paparan polusi asap, KLH mengimbau warga di wilayah-wilayah terdampak untuk membatasi kegiatan di luar ruangan, tetap berada di dalam rumah, serta selalu mengenakan masker saat harus beraktivitas demi melindungi sistem pernapasan.






