PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat keandalan rantai pasok batu bara melalui optimalisasi moda transportasi kereta api. Penguatan manajemen logistik berbasis rel ini dijalankan sebagai langkah strategis perseroan dalam menjawab tantangan pengangkutan komoditas tambang, sekaligus memastikan kinerja distribusi dan penjualan tetap stabil di tengah potensi hambatan logistik akibat musim kemarau panjang.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menyampaikan bahwa torehan kinerja positif perseroan selama ini tidak terlepas dari dedikasi seluruh karyawan di berbagai lini operasional. Menurutnya, kontribusi sumber daya manusia tersebut dipadukan secara konsisten dengan strategi efisiensi perusahaan yang terukur guna menjaga daya saing bisnis batu bara nasional.
Efisiensi Operasional dan Pengendalian Tambang
Penerapan efisiensi di tubuh emiten tambang batu bara pelat merah ini difokuskan pada pengelolaan teknis penambangan. Bambang memaparkan, strategi tersebut telah berhasil mengontrol rasio pengupasan (stripping ratio) serta mengendalikan pemindahan tanah penutup (overburden) di area konsesi.
Optimis Sambut Semester II 2026, Telkom Buka Strategi Jaga Pertumbuhan

Keberhasilan dalam mengendalikan parameter operasional tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk mempertahankan margin usaha di tengah fluktuasi pasar komoditas. Pengawasan ketat pada aktivitas penambangan dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan biaya produksi per ton batu bara yang dihasilkan.
Penguatan Perencanaan IUP dan Jalur Logistik
Menghadapi dinamika industri ke depan, PTBA telah menyiapkan langkah mitigasi lanjutan untuk mempertahankan performa bisnis. Perseroan memperkuat perencanaan teknis penambangan pada area Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 40 hektare demi menjamin operasional berjalan sesuai prinsip efisiensi yang telah ditetapkan.
Ada Bencana, Purbaya Pede Ekonomi RI Tetap Tumbuh Sesuai Target

Di sisi hilir, pemanfaatan moda kereta api menjadi tumpuan utama perseroan untuk mengatasi potensi kendala jalur angkut konvensional. Integrasi sistem logistik rel yang kian solid diharapkan mampu menopang kelancaran arus pengiriman batu bara dari lokasi tambang hingga pelabuhan, sehingga performa penjualan PTBA dapat terus terjaga secara berkelanjutan.






