Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan hingga saat ini belum ditemukan anomali kenaikan muka air laut maupun indikasi potensi tsunami di kawasan Selat Sunda akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Laporan pemantauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat terbatas penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/9/2026). Rapat tersebut membahas sejumlah agenda darurat, mulai dari erupsi Gunung Anak Krakatau, penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan analisis data termutakhir, BMKG mencatat kecenderungan penurunan intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau apabila dibandingkan dengan kondisi pada 4 dan 5 September 2026. Pemantauan erupsi tersebut dilakukan secara berkala melalui stasiun pencatatan medan magnet bumi di tiga titik, yakni Lampung Selatan, Serang, dan Sukabumi.
Asap Karhutla Mulai Selimuti Padanglawas hingga Labuhanbatu Sumut

Faisal menjelaskan bahwa sejak pukul 23.00 pada 4 September, amplitudo gangguan geomagnetik dan jumlah sambaran petir vulkanik mengindikasikan tingkat erupsi yang jauh lebih rendah dibandingkan dua letusan sebelumnya pada 4 September malam dan 5 September.
Untuk mengantisipasi risiko bahaya sekunder, BMKG telah memperkuat sistem peringatan dini di sepanjang perairan Selat Sunda. Lebih dari 20 sensor tsunami gauge dan lebih dari 20 sensor seismograf disiagakan guna memantau dinamika erupsi serta mendeteksi potensi runtuhan lereng gunung (flank collapse) yang dapat memicu gelombang laut.
Purbaya soal Pangkas Anggaran MBG, Kepala BGN Bilang Bisa Lebih Hemat

Selain instrumentasi darat dan pesisir, BMKG juga mengoperasikan sistem High Frequency Radar Array yang terpasang memanjang dari Pantai Carita hingga kawasan Tanjung Lesung. Radar pemantau arus dan gelombang laut tersebut telah dialihkan ke mode tsunami (tsunami mode), yang dirancang untuk mendeteksi ancaman gelombang tsunami dari jarak hingga 150 kilometer.






